CatatanTips

WRITERS MARKETING

250Views

“The good writer, the great writer, has what I have called the three S’s: the power to see, to sense, and to say. That is, he is perceptive, he is feeling, and he has the power to express in language what he observes and reacts to.”
Lawrence Clarck Powell
American Librarian, Writer and Critic, 1906-2001

WRITERS MARKETING: merupakan perpaduan antara kemampuan WRITING (menulis) dengan aspek MARKETING (‘menjual’) yang dikombinasikan dengan kemampuan COMMUNICATION (berkomunikasi) dan PROMOTION (melakukan promosi.

WRITING berarti setiap orang yang memutuskan menjadi penulis berarti ia harus memiliki kemampuan dan keahlian tentang menulis, baik menulis fiksi, non-fiksi, maupun faksi. Ini adalah syarat mutlak dan tidak bisa ditawar bagi seorang penulis.

MARKETING merupakan kemampuan untuk menjual naskah yang dihasilkan penulis. Kemampuan ini dirasakan penting karena penerbitan dan media merupakan industri bisnis sehingga penulis pun diharapkan memiliki penciuman bisnis yang sesuai atau setidaknya mendekati harapan penerbit dan media.

COMMUNICATION merupakan aspek penting bagi seorang penulis untuk menjalin hubungan dengan penerbit, media, institusi, atau user sebagai (calon) klien. Ini juga berkaitan dengan bagaimana membuka hubungan baik dengan klien, menjaga dan mengelola tugas-tugas yang diberikan, serta memastikan bahwa klien puas dengan hasil yang dikerjakan.

PROMOTION sebagai kemampuan tambahan bagi penulis untuk melakukan promosi terhadap brand atau ‘keberadaan’ penulis itu sendiri. Dengan demikian, melalui promosi ini klien akan mengetahui kemampuan penulis dan pada akhirnya dapat menggunakan kemampuan penulis tersebut.

Selanjutnya, WRITERS MARKETING membongkar pemahaman tradisional bahwa profesi penulis hanya sampai membuat naskah dan menawarkan ke penerbit an sich. Pekerjaan penulis memang selama ini dikesankan hanya sebatas membuat buku atau setidaknya memublikasikan karya berupa cerpen, cerbung, artikel, opini, atau resensi di media cetak saja.Dalam pemahaman WRITERS MARKETING, menulis tidak berhenti hanya sebatas BUKU atau menerbitkan tulisannya di media, baik cetak maupun online. . Menulis merupakan ‘pekerjaan profesional’ yang dibutuhkan ke penerbit, institusi, perusahaan, organisasi, atau stakeholder lainnya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini banyak institusi, swasta maupun pemerintahan, yang  menyadari bahwa mereka membutuhkan tenaga seorang penulis baik secara paruh waktu maupun permanen. Mengapa? Karena setiap institusi membutuhkan tenaga di bagian humas yang mampu mengolah kata-kata untuk membuat profil perusahaan yang menarik dan unik, merumuskan rilis untuk berita di media, mengelola konten situs perusahaan, membuat materi iklan, publikasi internal, hingga sekadar membuat brosus perusahaan.

Bahkan di industri media sendiri menulis sudah menjadi bagian tak terpisahkan. Banyaknya radio dan televisi yang muncul setelah tahun 1998 membuka ratusan peluang pekerjaan yang berkaitan dengan menulis, seperti penulis naskah radio, naskah berita, skenario, hingga drama. Bersamaan dengan tumbuh kembangnya radio dan televisi, perusahaan periklanan pun tumbuh bak cendawan di musim hujan. Tentu saja perusahaan periklanan ini membutuhkan tenaga penulis atau copywriter dan bagian kreatif yang tugasnya bermain dengan kata-kata.

Bagi (calon) penulis jelas kondisi ini merupakan peluang kerja serta kesempatan besar yang bisa dimasuki. Sebab, peluang kerja tersebut tidak membatasi kebutuhannya hanya pada tenaga yang memiliki ijazah atau gelar akademis saja. Mereka yang berasal dari jurusan apapun bisa memilih profesi ini. Yang terpenting adalah kemampuan menulis yang baik sebagaimana ketersediaan kebutuhan institusi tersebut.

 

KangArul | Dosen Galau
Blogger yang juga konsultan media dan akademisi yang telah menulis lebih dari 100 buku. Memiliki cita-cita keliling Indonesia selain untuk menikmati wisata juga untuk berbagi kebaikan maupun sedikit ilmu. Selain di blog ini, ia juga memiliki blog di www.kangarul.com

Leave a Reply

error: Konten ini terproteksi untuk dikopi