Lokasi

Berenang di antara Ubur-ubur di Pulau Kakaban

740Views

Jika sudah sampai di Pulau Derawan rasanya tidak sah berenang di antara ubur-ubur di Pulau Kakaban. Ibarat masak sayur tanpa garam. Tsahhh…

Nah, kebetulan pagi (14/11/2016) adalah trip ke Pulau Kakaban. Bayangan berenang di antara ubur-ubur yang saya kerap liat di foto-foto mbah google rasanya sekarang bisa disaksikan dengan mata sendiri. Apalagi ubur-ubur yang ada di sana tidak menyengat dan beracun, tentu menjadi pengalaman tersendiri berada di antaranya.

Saya dan beberapa blogger sudah bersedia di dermaga Pulau Derawan pada pukul sembilan pagi dan sekitar 45 menit kemudian kita sampai ke Pulau Kakaban. Dermaga di sana hanya sebuah jembatan dari kayu ulin dan satu buah gerbang dengan pos dan rumah penjaga.

Pulau Kakaban yang pada tahun 2004 lalu ditetapkan sebagai sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah melalui Keputusan Bupati Berau Nomor 70 Tahun 2004. Pulau Kakaban memiliki luas sekitar 774,2 hektar. Letaknya di gugusan Kepulauan Derawan, Berau, Kalimantan Timur. Danau Kakaban dan biota laut yang ada di dalamnnya merupakan daya tarik utama di pulau ini.

Danau di tengah pulau ini adalah satu-satunya di Indonesia dan hanya ada dua di dunia. Tempat lainnya yang ada danau dan bisa ditemui ubur-ubur adalah di Danau Ubur-ubur Palau, Kepulauan Micronesia di kawasan Tenggara Laut Pasifik.

Danau Kakaban tersebut terletak di tengah pulau. Dari dermaga, kita harus menaiki jembatan kayu selama 5-10 menit atau sekitar 300 meter sebelum sampai di danau. Tangga tersebut terbuat dari kayu ulin yang membelah hutan dengan pepohonan tropis seperti Bakau (Rhizophora sp), Tanjang (Bruguiera sp), Apiapi (Avicennia sp), dan Pidada (Sonneratia sp).

Danau Kakaban sendiri merupakan campuran air hujan dan rembesan air laut dari pori-pori tanah. Danau ini termasuk berukuran luas antara 2,6 x 1,5 kilometer.

Ubur-ubur di Pulau Kakaban

Berbagai ubur-ubur dapat ditemukan di permukaan Danau Kakaban. Tidak seperti ubur-ubur lainnya, ubur-ubur di danau tersebut tidak beracun atau menyengat.   Juga, tanpa memerlukan alat menyelam seperti snorkling pun siapa saja yang datang di tepian Pulau Kakaban akan bisa langsung melihat ubur-ubur.

Ada ubur-ubur yang berbentuk seperti piring transparan. Ubur-ubur yang disebut sebagai ubur-ubur bulan atau Aurelia Aurita ini memiliki garis tengah antara 5 sampai 50 cm.

Kemudian ada juga Cassiopeia Ornata merupakan ubur-ubur yang banyak terlihat di dasar danau dalam posisi terbalik. Tentakel ubur-ubur ini diarahkan menghadap sinar matahari supaya alga simbiotik yang berada di tentakelanya dapat berfotosintesis. Ukurannya antara 15 sampai 20 cm.

Selain itu, ada Mastigias Papua atau ubur-ubur totol merupakan ubur-ubur yang paling banyak terlihat di danau. Ubur-ubur ini memiliki garis tengah lingkaran antara 1 sampai 20 cm.

Terakhir, jenis Tripedalia Cystophera adalah jenis ubur-ubur yang lebih kecil. Jenis ini agak sulit ditemukan karena bentuknya yang lebih kecil dari pada tiga jenis ubur-ubur lainnya. Sebab, ukurannya agak kotak dan besarnya seluas jari telun juk yakni antara 7 sampai 10 mm.

Semua ubur-ubur yang ada di Pulau Kakaban adalah jenis yang tidak menyengat. Kabarnya kondisi ubur-ubur selama ribuan tahun yang terperangkap di Danau Kakaban itu mengalami evolusi. Juga, karena tidak ada spesies lain yang mengancam ubur-ubur. Tentakel ubur-ubur biasanya digunakan untuk pertahanan diri.

Berbeda dengan Pulau Derawan, di Pulau Kakaban kita tidak bisa menginap karena tidak ada rumah-rumah atau pemukiman penduduk. Jadi, perjalanan yang paling masuk akal bisa menginap di Derawan atau pulang-pergi dari Tanjung Redep, atau melakukan kunjungan singkat dari Derawan-Maratua-Kakaban dan kembali ke Tanjung Redep.

Juga wisata di sini harus diperhatikan waktunya terkait pasang-surut air laut.Ketika saya akan kembali sekitar pukul dua siang air di dermaga terlihat mulai surut, tetapi boat masih bisa mengapung dan menjalankan mesin. Jika tidak, boat atau perahu akan lebih ke tengah dan kita terpaksa berjalan kaki.

Buat yang ingin menikmati wisata air termasuk laut dengan biota di dalamnya, Pulau Kakaban bisa menjadi pilihan utama dan saran saya masukkan sebagai daftar paling atas.

 

 

 

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

9 Comments

Leave a Reply

error: Konten ini terproteksi untuk dikopi