Informasi

Blogger Itu Harus Konsisten

286Views

Pernahkah mendengar nama Dashrath Manjhi?

I ni adalah kisah nyata seorang yang membelah gunung. Melalui waktu sekitar 22 tahun dengan tangannya sendiri untuk membuat sebuah jalan di antara gunung bebatuan.

Kisah ini bermula dari sang istri yang bernama Falguni. Suatu hari istri yang sedang hamil tua itu berencana membawakan makan siang untuk suaminya yang sedang bekerja sebagai penambang batubara di Dhanbad. Sayang, di tengah jalan sang istri terjatuh dan mengalami luka yang cukup serius.

Melihat itu Manjhi tentu langsung ingin mengobati sang istri. Namun, apa daya desa tempat mereka tinggal adalah sebuah desa yang terisolasi dan rumah sakit terdekat berjarak 55 kilometer karena harus mengitari gunung, atau lebih tepatnya sebuah bukit, untuk sampai ke klinik dokter terdekat.

Jarak yang jauh itu ditempuh oleh Manjhi hanya saja kenyataan membawa jalan cerita lain, sang istri Falguni meninggal, pada tahun 1959, sebelum sempat diberikan pertolongan medis. Manjhi tentu bersedih dan bahkan dalam sedihnya itu ia mengutuk gunung yang membuatnya terlambat menolong sang istri.

Amarah itu kemudian dilampiaskan Manjhi dengan mengambil peralatan dan ia mulai membelah gunung. Sebuah usaha yang dilakukannya lebih 20 tahun dan di tahun 1982 gunung itu terbelah dan menjadi sebuah jalan. Dalam tekadnya itu Manjhi ingin agar tetangga dan penduduk desanya tidak mengalami nasib serupa dengannya.

Kabarnya kisah Dashrath Manjhi ini akan difilmkan di industri Bollywood sana. Sebuah gambaran dari konsistensi yang akhirnya memberikan manfaat bagi orang banyak.

Dashrath Manjhi (Foto Indiatimes.in)

J ika kita bertanya apakah blogger itu harus konsisten? Maka jawabannya adalah “YA”

Seorang blogger yang memilih dan ingin memulai dirinya sebagai bloggerpreneur, maka ia akan tetap menulis dan menjadi blogger dalam keadaan apapun. Blognya tetap up-to-date meski tidak ada satupun yang memberikan komentar setiap posting sesuatu. Tetap mengeksplorasi dirinya dan topik-topik yang menjadi pilihan meski sebagian blogger memandangnya aneh.

“Saya ingin menjadi seperti blogger yang lain, Kang, yang sering diundang dan selalu menulis produk di blognya.”

“Cemburu dengan blogger A, tiap minggu selalu aja dapat sesuatu dari blognya. Hadiah lomba lah, doorprize lah, hadiah ngetuit lah.”

“Selalu mupeng kalo liat status blogger yang dapat ini-itu di Facebook.”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut selalu ditemui di #kelasblogger. Pertanyaan yang muncul karena melihat blogger sudah menjadi pilihan profesi yang menjanjikan. Bahkan, secara jujur, ada blogger yang penghasilannya jauh lebih banyak dibandingkan gajinya sebagai pegawai sebuah perusahaan.

Tapi, bukan berarti kita harus meninggalkan pekerjaan. Menjadi blogger saat ini adalah pilihan salah satu profesi pekerjaan. Banyak perusahaan kini yang mempekerjakan seorang blogger atau social media officer untuk mengelola akun-akun media sosial perusahaan tersebut.

Juga, blogger bisa dilakukan sebagai profesi sampingan. Kita tetap menjadi pegawai, menjadi guru atau dosen, menjadi mahasiswa, menjadi ibu rumah tangga, bahkan menjadi penjaga warnet sekalipun dan tetap ngeblog.

Jujur memang, kadang sesuatu yang dikerjakan itu–termasuk menulis di blog–akan memberikan motivasi jika kita mendapatkan sesuatu. Teramat sering bahkan saya mendengar blogger yang ingin menang lomba atau mendapatkan imbalan dari blognya.

Maka belajarlah dari blogger ternama yang mudah ditelusuri di media sosial. Mereka adalah gambaran konsistensi yang tiada putusnya. Seorang ibu dengan satu putri ini memulai ‘karier’ blog dari tahun 2008 lalu dan tujuh tahub berselang apa yang ditanam menghasilkan buah yang segar dan siap dipanen.

Konsisten adalah energi yang memicu blogger mengembangkan diri dan terus belajar serta berlatih sehingga (konsep) diri dan (konsep) karya atau blog semakin profesional. Konsisten memerlukan keseriusan dan kadang membutuhkan semacam pengorbanan yang tidak sedikit.

Penting memang menjadi bloggerΒ  yang bisa (menulis) apa saja, namun jauh lebih penting jika kita ingin menjadi soerang bloggerpreneur untuk menulis hanya satu atau tiga topik saja. Bukan berarti tidak boleh menulis semuanya, namun setiap karya yang dihasilkan haruslah dikelola dengan baik.

Bloggerpreneur-4-konsistensi

M enulis sebuah konten tidaklah sesederhana yang dipikirkan. Kita tidak sekadar mengunggah teks dan disertai dengan foto/ilustrasi. Ada hukum alam bahwa semakin banyak usaha yang diberikan untuk menulis blog, maka semakin besar peluang blog kita dibaca.

Tetapi, konsisten itu tidak melulu berada di ranah online. Konsisten itu juga terkoneksi di ranah offline.

Mengapa? Karena jangan sampai mentang-mentang sudah menjadi blogger profesional ketika diundang ke sebuah acara sang blogger sibuk dengan diri dan blognya. Asyik dengan smartphone-nya dan sibuk ambil foto ini-itu sementara pihak pengundang diajak ngobrol pun tidak.

Bloggerpreneur tidak hanya dilihat dari blognya saja, melainkan juga dari sikapnya di dunia nyata. Untuk konteks ini akan dibahas di topik berbeda.

Menjaga konsistensi memang menjadi pertaruhan seorang blogger. Apalagi konsistensi menulis blog juga terkait dengan reputasi blog di dunia online. Misalnya perhitungan Alexa sebagai situs analisis web keluaran Amazon memberikan pemeringkatan webblog salah satunya berdasarkan seringnya update tulisan.

Jika kembali bertanya “apakah blogger itu harus konsisten?” maka jawaban itu sekarang kembali ke diri blogger masing-masing. Jika ingin menjadi bloggerpreneur, maka kita harus konsisten menulis blog, mengikuti pertemuan, meningkatkan pengetahuan nge-blog, dan banyak membaca. Jika hanya ingin menjadi blogger yang biasa saja, maka konsisten saja. Biasa saja…

Yang pasti setiap apa yang kita usahakan akan mendapatkan balasan sesuai dengan seberapa banyak usaha itu…

tanda-tangan

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

32 Comments

  • Saya setuju banget kalau ng’blog itu harus konsisten, tapi disisi lain konsisten itu sangat susah dilakukan,,

  • Udah pernah ketemu langsung sama teh Ani, dan memang orangnya membumi banget πŸ™‚ Mudah2an bisa konsisten seperti beliau πŸ™‚

  • Artikel kang Arul ini sangat cocok untuk dapat langsung melejitkan potensi blogger pemula seperti saya. Jazakallah khair kang πŸ™‚

  • Meski ngeblog masih jd hobby sampingan namun selalu berusaha utk menikmati dan menjalaninya dg hati. Target ini inu msh jd motivasi nomor sekian… Just wanna blog with heart dan tetep belajar konsisten tentunya.
    Tfs kang arul… Salam kenal

  • Jihaaaa… akuu malu sekaligus tersanjung disebut2 di blog kondang ini. Apalah infographics buatan saya di blog, bukan buat gaya2an. Hanya sekedar supaya pembaca yg males baca bisa ditarik perhatiannya dan informasi pun nyampe pada mereka. Saya masih belajar,kang Arul. Tapi saya mencoba tetap konsisten mencari cara agar pembaca betah dan informasi bisa tersampaikan dengan mudah. Sampai disini saya sudah bisa dapat A gak kira2? Hihihihihi..

  • Gw setuju banget ama kuripan ini “Menulis sebuah konten tidaklah sesederhana yang dipikirkan. Kita tidak sekadar mengunggah teks dan disertai dengan foto/ilustrasi. Ada hukum alam bahwa semakin banyak usaha yang diberikan untuk menulis blog, maka semakin besar peluang blog kita dibaca”

    Menulis trus posting di blog itu simple tp menurut gw yg penting itu adalah bagaimana tulisan kita ada yg baca …. Itulah yg butuh konsistensi tinggi untuk mencari pembaca

  • Tulisan ini semakin menguatkan saya yang ‘BARU MAU’ menjadi BLOGGER BENERAN. Nuhun-nuhun kang…tapi kalo jadi bloggerpreneur belum berani hehe

  • Terima kasih Kang Arul inspirasi Dashrath nya sangat memacu untuk lebih kerja keras lagi.
    Dan terima kasih juga duh dibanding Kang Arul saya belum apa2, jadi tersanjung dipaparkan di sini hehehe.
    Setruju sekali Kang, Ngeblog itu buka cuma tulisan, alexa, DA dan segambreng pernik lainnya yang harus ditingkatkan tapi memberikan ruh agar apa yang disampaikan dalam blog adalah lebih penting. Karena jika ada ruh berarti karyanya benar-benar hasil pemikiran dan olahan original, bukan sekadar catut sana sini.
    Terus attitude juga sangat berpengaruh.
    Terima kasih karena kita selalu bisa saling belajar satu sama lain πŸ˜€

Leave a Reply

error: Konten ini terproteksi untuk dikopi