Bisnis & Produk

Namanya Veloz

229Views

Veloz baru?

Pertanyaan itu sempat mampir di benak saya ketika mendengar seorang kawan yang penasaran dan ingin mengajak saya melihat mobil dengan merk baru itu. Kebetulan di akhir pekan saya biasa ngopi-ngopi, meski saya ngeteh aja, di salah satu kafe di bilangan Jakarta Timur.

“Iya, Bro, ini mobil dengan brand baru,” katanya meyakinkan.

Bagi saya kata ‘Veloz’ bukan sesuatu yang baru. Sebab, saya pernah menjajalnya untuk jarak yang terbilang jauh sekitar 2000 kilometer lebih dan selama dua pekan. Ya, saya masih ingat sekali, beberapa bulan lalu saya kebetulan mendapatkan sebuah kontrak kerja berkeliling pulau Jawa mulai dari Jakarta, Bandung, Jogjakarta, seluruh kabupaten di Jawa Tengah dan satu kabupaten di jawa Timur.

Pekerjaan  itu terbilang gila menurut saya. Mengapa? Karena dalam satu hari bahkan sejak matahari belum lagi muncul di ufuk timur saya dan dua rekan saya sudah menyusuri jalan untuk menjelajah lokasi-lokasi wisata. Kadang lokasi itu memerlukan ekstra ‘tenaga mesin’ dan pernah dalam satu kejadian bahan bakar hampir habis. Biasanya di hari itu baru saya dan tim masuk ke penginapan seawalnya pada pukul delapan malam.

Mobil yang menemani saya dan tim adalah Veloz berwarna putih. Mobil milik rekan saya itu terbilang baru belum setengah tahun bahkan usianya. Catnya masih mulus dan interiornya masih memiliki kesan baru dan bersih. “Ini Avanza Veloz,” kata rekan saya itu, “sekalian biar tahu kekuatannya dibawa keliling bagaimana.”

Saat mendengar itu saya hanya tersenyum. Namun, senyum itu semakin melebar karena di akhir pejalanan si Veloz Putih ‘berhasil’ menjadi tunggangan yang nyaman dan sekaligus aman untuk saya dan rekan menyelesaikan tugas.

“Tapi itu mobil sejuta umat, ah.”

Tiba-tiba lamunan saya tersadarkan oleh komentar salah seorang teman saya yang lain.

“Paling seperti biasa, bilangnya keluaran baru tapi gak ada yang berubah. Mesinnya sama tapi ekteriornya aja yang diubah dikit,” katanya lagi, “itu strategi marketing ngabisin stock kemaren lah.”

“Ah, gue gak tahu. Tapi, bagusan kita samperin aja deh, mumpung ada pameran,” kata temen saya yang lain lagi. “Besok pagi-pagi gue jemput lo ya.”

Jam belum lagi menunjukkan pukul sembilan, saya sudah sampai di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Serpong tempat berlangsungnya GAIKINDO Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2015. Ini adalah pameran terbesar atomotif yang diselenggarakan dari tanggal 20 sampai 30 Agustus 2015.

Beruntunglah saya dan teman saya itu mendapatkan ID Card khusus. Dengan ID Card itu saya bisa masuk ke lokasi pameran sebelum jam resmi dibuka dan pengunjung umum bisa masuk dengan sebelumnya membeli tiket.

Maka, meski dari Hall1 dan lokasi si Veloz ini ada di Hall 10, saya tetap saja semangat menyusuri gedung pameran yang super sejuk ini. Butuh sekitar 10 menit lebih untuk sampai di Hall 10. Itu pun karena lokasi yang masih sepi dan belum banyak pengunjung yang berdesakan.

Ketika masuk ke Hall 10, mata saya langsung tertuju pada lingkaran yang di dalamnya ada bulatan bertanduk itu. Ya, apalagi kalau bukan merk yang sudah dikenal Toyota. Ruang pameran Toyota ini lumayan besar, selain menampilkan mobil-mobil konsep alias mobil yang tidak (belum) dijual di pasar umum, juga menampilkan produk yang baru saja launching di Jakarta yakni Grand New Avanza an Grand New Veloz.

Ahai, apalagi ini? Sepengetahuan saya Avanza dan Veloz itu satu. Veloz ya nama turunan dari tipe Avanza, tapi ini kok malah merk sendiri ya?

Rasa penasarannya saya di pameran ini mulai terjawab sedikit demi seidkit. Beruntung lagi di space pameran Toyota ini belum banyak tenaga sales yang berjaga. Jadi saya bisa melihat-lihat Veloz dengan cukup leluasa tanpa diganggu dengan tawaran-tawaran pembelian mobil dan promonya.

Sekilas memang Veloz tidak jauh berbeda dengan Avanza. Kalau lihat dari belakang mobil, ada beberapa desain dan ciri khas yang bisa menyamarkan di antara kedua tipe ini. Kalau mau lebih jeli, maka lihatlah bagian bumper atau lampu di bagian depan, maka di antara keduanya memiliki perbedaan yang mencolok. Tidak hanya itu, dari brosur yang sempat saya unduh tadi malam di situs resmi Toyota, saya mendapatkan informasi bahwa Grand New Veloz mengusung desain yang agresif dan sporty sementara Grand New Avanza denga desain yang canggih dan juga sporty.

Untuk keluaran baru dengan nama Veloz ini ada empat warna yang ditawarkan. Pilihan warna tersebut adalah 4, yakni dark red mica metallic, black metallic, white, dan silver mica mettalic. Kebetulan yang saya lihat dan dipajang adalah warna merah gelap metalik itu. Bagi saya, yang jujur tidak nyaman dengan warna merah, pengecatan yang dipakai di Veloz dengan merah ini sangat pas di mata. Merahnya tidak terlalu terang dan menyilaukan.

Saya membuka pintu Veloz Merah, di interior saya mendapatkan sesuatu yang lumayan berbeda pada kabin Veloz. Ada meter cluster yang berbeda dari keluaran Avanza sebelumnya, meter cluster ini terlihat lebih sporty dan nyaman di pandang. Konfigurasi pada bangku baris ketiga yang 50 banding 50 juga memberikan kenyamanan bagi penumpang maupun barang bawaan. Tidak hanya itu, untuk bangku juga dilengkapi dengan pengait Isofix dimana pengait ini sangat berguna bagi pengendara yang memiliki bayilita dan perlu membawa bangku ke dalam mobil. Pengait ini akan memberikan rasa keamanan dan tentu saja mengurangi kekhawatiran ketika harus membawa balita untuk perjalanan dekat apalagi jauh.

“Gila, Bro, mobil sejuta umat kayak gini,” komentar teman saya sambil mengambil foto dari telepon genggamnya.

“Udah bungkus aja dua, yang merah dapat SPG-nya,” seloroh teman saya yang saya intip di layar telepon genggamnya banyak mengoleksi foto SPG yang baru datang ke pos masing-masing dan siap bertugas.

veloz

Kembali ke soal SPG, eh typho, maksudnya Veloz. Jam menunjukkan pukul 10 pagi dan pengunjung pameran sudan mulai padat memasuki hall 10 ini.

“Kita lihat mesinnya,” ajak saya.

Kami pun membuka kap Veloz dan mengintip mesinnya. Di sana tertanam mesin dengan tulisan Dual VVT-i. Itu adalah teknologi terbaru yang mendukung kapasitas mesin Veloz baik yang 1.3 liter  (jenis 1NR-VE) maupun 1.5 liter (jenis 2NR-VE).  Mesin ini memiliki teknologi yang bisa mengenali ‘kebiasaan’ pengemudi mobil dan akan mendukung kebiasaan itu. Misalnya, kalau biasanya suka dengan kecepatan tinggi maka teknologi mesin akan ‘berpikir’ menyesuaikan dengan kebiasaan itu dan memberikan tenaga yang diperlukan. O ya, dari faktor mesin Veloz telah mengusung jenis mesin baru dari sebelumnya, dengan merk Avanza, menggunakan mesin K3-VE (untuk 1.3-liter) dan 3SZ-VE (untuk 1.5-liter). Teknologi ini juga terkenal dengan efisiensi bahan bakar yang jauh lebih irit dibanding mesin sebelumnya, tetapi juga tetap memberikan tenaga yang lebih besar.

Teknologi dan kemampuan mesin Veloz ini memberikan tenaga yang mumpuni sesuai dengan jenis Veloz sebagai MPV sejuta umat itu. Untuk 1.3 liter baik transmisi manual maupun otomatis dapat mengeluarkan tenaga 96,5 Ps pada rpm 6 ribu dan torsi sampai 12,3 kgm pada rpm 4 ribu. Sementara untuk kapasitas mesin 1.5 liter memiliki tenaga 104 Ps di rpm 6 ribu dan torsi yang 13,9 kgm pada rpm 4.200. Walau memiliki tenaga, mesin tersebut memiliki getaran mesin atau engine vibration yang cenderung halus sehingga tidak berisik dan memberikan getaran yang halus dengan demikian tetap memberikan kenyamanan saat melaju bahkan di kecepatan tinggi.

Soal keamanan, rasanya sudah menjadi cuitan normal kalo yang namanya sejuta umat itu pasti teknologinya biasa dan biasa juga dipakai oleh banyak orang. Saya jadi ingat soal sejuta umat ini, dulu saya punya ponsel yang digelar dengan julukan ponsel sejuta umat apalagi kalau bukan Nokia 5110. Selain karena faktor banyak yang memakainya, mudah ditemukan perangkat pengganti kalau rusak, mudah dijual kembali, dan yang lebih penting harganya murah.

Sampai saat ini saya belum bisa menelusuri siapa pertama kali menggunakan atau mengungkap istilah sejuta umat itu. Tapi bagi saya Veloz rasanya bolehlah dikatakan sebagai mobil sejuta umat, tapi dengan beberapa catatan yang harus diperhatikan.

“Ini, sih, pantes digadang-gadang sebagai kelas yang berbeda. Veloz-nya bawa sesuatu yang baru,” gumam teman saya sambil duduk di belakang stir. “Boleh lah buat mobil pertama dan mas kawin buan calon bini.” O ya, teman saya itu masih jojoba alias jomblo-jomblo abadi.

Yup, kelasnya memang tidak bisa disamakan dengan mobil murah dengan sebutan mobil Low Cost and Green Car (LCGC). Juga, mobil yang asal jadi karena peminatnya banyak dan harga jual kembalinya juga lebih kompetitif.

Bagi saya yang menyaksikan langsung, ada beberapa alasan kenapa Veloz mendapat catatan khusus itu. Pertama, dari sisi keamanan mobil ada fitur yang ditanam di bodi samping mobil ini. Selain ada SRS Airbag, Key immobilizer, Veloz juga ada pengaman side-impact beam. Pengaman yang disimpan di dalam pintu-pintu Veloz ini memberikan ketahanan ketika terjadi tabrakan atau benturan.

Kedua, semua tipe Veloz dilengkapi dengan anti-lock braking sistem (ABS). ABS ini merupakan sistem pengereman pada roda-roda mobil agar tidak terjadi penguncian roda ketika terjadi pengereman mendadak misalnya. Dengan sistem ini, pengendara yang tidak panik akan dapat tetap mengontrol kendaraan dan menghindari tabrakan di depannya. Mengapa ABS ini menjadi catatan. Sebab, tidak semua mobil yang sejenis dari berbagai pemegang merk menawarkan ABS pada mobil baru mereka. Biasanya hanya disematkan pada mobil dengan tipe tertinggi saja. Namun, teknologi dan sistem keamanan yang semakin baik sekarang sangat dibutuhkan maka tak heran jika semua mobil sekarang akan menerapkan sistem ini.

Ketiga, teknologi hijau dan hemat juga disematkan dalam Veloz ini. Ada Eco lamp indicator yakni indikator yang terintegrasi dengan panel speedometer yang dapat menunjukkan efisiensi penggunaan bahan bakar dalam berkendara dengan tetap memaksimalkan kerja serta tenaga mesin. Indikator ini sepertinya akan diterapkan di semua mobil dan sudan menjadi indikator baru yang menjadi ‘wajib’ disematkan dalam beberapa tahun belakangan ini.

Tapi, tetap ada satu pertanyaan yang belum terjawab ketika melihat mobil ini. Di belakang tetap tertulis Avanza. Apakah ini karena Toyota masih ingin mengenalkan Veloz sebagai varian dari Avanza? Padahal berita yang sampai ke saya dan saya baca Veloz merupakan merk baru yang berbeda dengan Avanza. Atau, jangan-jangan ini adalah ‘kekhawatiran’ brand Veloz akan menelan Avanza (atau sebaliknya)?

Terlepas dari pertanyaan itu, bagi saya rasa penasaran soal mobil sejuta umat itu sudah terjawab. Bagi saya biarlah orang mengatakan soal ‘sejuta umat’, ‘mobil murahan’, atau ‘mobil biasa’ dan ‘mobil pada umumnya’ bagi saya ini adalah langkah  baik bagi sebuah mobil yang mengusung Let’s Show the World seperti mengatakan kepada dunia ini loh mobil baru.

Berikut mesin Veloz

Mesin-Veloz

Berikut spesifikasi dari Grand New Veloz:

Data Mesin

Beberapa foto Veloz:

Harga

Type Harga
Type 1.3 Veloz M/T Rp. 204.200.000,00
Type 1.3 Veloz A/T Rp. 216.000.000,00
Type 1.5 Veloz M/T Rp. 215.100.000,00
Type 1.5 Veloz A/T Rp. 226.900.000,00

Mau jajal mobil ini?

Yuk, siapapun bisa ikutan Test Drive Grand New Veloz di dealer Toyota atau isi saja form berikut FORM TEST DRIVE

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

1 Comment

  • Pingback: Kompetisi Blog Berhadiah Puluhan Juta Rupiah | Dosen Galau

Leave a Reply

error: Content is protected !!