Find Us on Socials

Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

Kuliner

Menikmati Malam dengan Sotong Pangkong

583Views

Ketika malam mulai beranjak di Pontianak, rekan yang menemani saya di kota ini langsung mengajak saya mencicipi kuliner laut. Awalnya saya mengira akan diajak ke pinggir pantai sungai atau laut.

“Kita makannya di Kota Baru. Agak di pusat kota.”

Mendengar itu saya langsung mengernyitkan dahi.  Bukankah menikmati kuliner laut biasanya ditemukan di pantai atau sungai. Kebetulan yang saya tahu Sungai Kapuas yang membelah Kota Pontianak ini berdekatan dengan laut dan kuliner dari lautnya seperti udang, ikan, dan cumi banyak di sini.

“Makan apa kita?” tanya saya penasaran.

Rekan yang membonceng saya itu melajukan motornya. “Cumi,” katanya di antara angin-angin.

“Apaan? Cumi?” ulang saya lagi.

“Iya cumi,” jawabnya dari balik helm yang tidak full face itu, “cumi bakar.”

Rasa penasaran saya terjawab beberapa saat kemudian ketika motor yang kami naiki berhenti tepat di salah satu penjaja makanan yang katanya cumi itu.

“Ini namanya Cumi Pangkong,” setelah berkata itu teman saya memesan dua mangkok berikut kuahnya, ebi dan kacang.

Selang sepuluh menit kemudian kuliner cumi itu sudah ada di meja plastik berwarna merah di depan kami. Ada empat mangkok, dua mangkok berisi cumi dan dua mangkok lagi berisi kuah.

Saya memperhatikan, makanan atau lebih tepatnya cemilan ini merupakan kuliner yang berasal dari cumi kering yang sudah diasinkan. Untuk menghidangkannya biasanya cumi tersebut dipotong-potong sesuai dengan pesanan kemudian di bakar di atas bara atau api. Setelah terlihat matang, kira-kira antara 1-3 menit, cumi itu diangkat kemudian ditaruh untuk dipukul-pukul. Alat pemukul menggunakan palu atau batu.

Dari bahan dan cara mengolahnya jelaslah bahwa penamaan Sotong Pangkung ini berasal dari kata Sotong yang dalam bahasa Pontianak berarti Cumi dan dipukul atau Pangkong.

Cumi atau sotong ini harus dipukul setelah dipanggang, tujuannya untuk mempermudah mengunyah cumi tersebut. Jika tidak, maka daging cumi cenderung agak keras untuk dikunyah.

Saya mengambil sedikit (dalam ukuran saya tentunya) potongan cumi. Kemudian potongan itu dicelupkan ke kuah kacang yang dipesan pedas lalu mengunyahkan. Terasa daging khas binatang laut itu disertai rasa asin bercampung kacang dan bawang putih serta cabai. Rasanya memang khas sekali.

Sotong-2 Sotong-3

Jika menginjakkan kaki ke Kota Khatulistiwa, jangan lupa untuk mencicipi cemilan khas dari cumi. Namanya Sotong Pangkong. Tapi kuliner ini hanya ramai di malam-malam bulan Ramadhan atau puasa dan sangat jarang di temui di hari biasa. Harganya bervariasi mulai dari lima ribu rupiah sampai dua puluh lima ribu rupiah. Sementara lokasi yang sering atau banyak tempat berjualan Sotong Pangkung ada di Jalan Merdeka.

Buat yang penasaran ingin menjajal atau membawa oleh-oleh cumi tetapi tidak di bulan puasa, saya menyarankan di Jalan Gadjah  Mada, Pontianak kita bisa menemukan pusat oleh-oleh dari laut termasuk Sotong dalam berbagai ukuran.

Mengenai bumbunya, jangan khawatir. Bumbu atau kuah Sotong Pangkung ini sangat sederhana. Cukup sediakat 2 siung bawang merah, sedikit bawa putih, 3 buah cabe rawit, dan kacang tanah atau bisa ditambah udang ebi. Bahan-bahan itu dicampur dan ditumbuk menjadi satu kemudian diberi sedikit cuka.

Coba deh…

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

Leave a Reply

error: Konten ini terproteksi untuk dikopi