Find Us on Socials

Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

Catatan

Mengkomunikasikan Buku Anda!

252Views

Persoalan menulis itu bukan hanya persoalan naskah kita jadi – diserahkan ke penerbit – dan melihat buku kita mejeng di rak buku! Disadari tau pun tidak bahwa tanggung jawab penulis berhenti ketika buku sudah ‘diambil’ oleh penerbit, entah itu dengan royalti dan apalagi dengan beli putus.

Ternyata sebagai penulis kita masih punya tanggung jawab besar ‘memasarkan’ buku tersebut. Memang sih urusan pemasaran -dalam pengertian pemasaran tradisional, yaitu menjual produk, jadi urusan penerbit, tetapi ada bagian kecil lainnya yang itu juga memerlukan keterlibatan kita.

Apa itu?

Jawabannya cukup ringkas, KOMUNIKASI PEMASARAN.
Yup, ini berkaitan dengan aspek mengkomunikasikan buku tersebut ke khalayak, atau istilahnya menjual informasi ke konsumen. Ini yang sering terlewatkan oleh penulis.

Pantas saja buku kita seret atawa tidak terserap dengan baik di pasar karena;
1. Khalayak tidak tahu bahwa ada buku baru yang Anda tulis dan diterbitkan
2. Khalayak yang memerlukan informasi atau bahan bacaan tertentu tidak tahu bahwa buku Anda bisa dijadikan referensi
3. Khalayak yang punya uang dan hobi membeli/mengkoleksi buku, tidak tahu uangnya mau dibelikan buku yang mana; dan bisa jadi buku Andalah yang sebenarnya bagus!

So, tak pelak lagi bahwa urusan komunikasi pemasaran yang Anda/penulis lakukan adalah tidak semata-mata menginformasikan saja bahwa ada buku baru yang terbit, melainkan juga meyakinkan khalayak bahwa buku Anda memang bagus, sangat bagus, dan teramat sangat bagus!

Saya jadi ingat seorang teman. Dia seorang penulis. Setiap bepergian ke mana saja, tidak lupa sang teman itu membawa tasnya. Dan di dalam tas itu ada belasan buku yang ditulisnya dan telah diterbitkan. Nah, setiap ada pertemuan, sang penulis ini menawarkan buku-buku tersebut kepada orang lain. Setelah bukunya laku dan habis, sang penulis membeli langsung dari penerbitnya untuk dijual kembali.

Hmm, sebuah usaha yang cukup sederhana, namun ampuh mengkampanyekan produk.

Ada banyak cara melakukan komunikasi pemasaran terhadap buku Anda.
1. Sebar melalui Email. Agar tidak dianggap spam dan kesannya jual buku, ya buatlah isi emal yang rada-rada unik.. misalnya Anda bahas dulu masalah cemburu beberapa paragraf, barulah setelah itu selipkan jualan Anda
2. Sekarang jamannya SMS murah, nah kirimin deh informasi buku-buku Anda ke list number di daftar telepon genggam
3. Ada baiknya memanfaatkan situs jurnal pribadi gratis seperti blogspot, wordpress, blogdrive, multiply, friendster dan sebagainya. Pasang kaver Anda sehingga setiap pengunjung yang meng-klik situs jurnal pribadi gratis Anda akan langsung melihat buku tersebut
4. Jika punya messenger, manfaatkan sebaik-baiknya. Gunakan send to all atau setidaknya status messenger Anda merupakan informasi soal buku Anda.
5. Kalau buku Anda sifatnya how to, lebih baik lagi dibuat pelatihan atau workshop saja. Ada banyak penulis yang melakukan hal itu, misalnya saya dengan buku Menjadi Penulis TOP BGT (serius, ini juga komunikasi pemasaran lho, hehehe!), Bayu Gawtama dengan buku Berhenti Sejenak, atau Jonru, dan sebagainya
6. Bikin selebaran, difotokopi, dan ditempel di mading sekolah atau papan informasi kampus
7. Dan masih banyak lagi….

Kelihatannya memang remeh, tetapi apakah Anda -yang sudah menulis buku dan diterbitkan- sudah pernah melakukan komunikasi pemasaran produk Anda?

KangArul | Dosen Galau
Blogger yang juga konsultan media dan akademisi yang telah menulis lebih dari 100 buku. Memiliki cita-cita keliling Indonesia selain untuk menikmati wisata juga untuk berbagi kebaikan maupun sedikit ilmu. Selain di blog ini, ia juga memiliki blog di www.kangarul.com

Leave a Reply

error: Konten ini terproteksi untuk dikopi