Find Us on Socials

Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

CatatanSorotan

Menggagas Jurnal Online

252Views

Dimanakah saya bisa mendapatkan contoh jurnal online yang diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan?

Pertanyaan itu rasanya wajar saya ungkapkan. Pasalnya, selama ini sebagai dosen saya hanya mengenal bahwa media jurnal ilmiah terakreditasi yang diterbitkan oleh perguruan tinggi di Indonesia hanya dalam bentuk jurnal tercetak. Juga, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun hanya memberikan penilaian akreditasi untuk jurnal ilmiah yang tercetak.

Namun, rasa penasaran tersebut tidak menghilangkan antusias saya menyambut jurnal ilmiah online sebagai media publikasi ilmiah yang akan diakui. Apalagi melihat perkembangan teknologi komputer dan internet sudah semestinya memberikan kemudahan bagi kalangan akademisi untuk mempublikasikan dan mencari sumber-sumber ilmiah.

Dengan adanya tenggat waktu untuk publikasi ilmiah bagi lulusan setelah Agustus 2012 sebagaimana tertuang dalam surat edaran Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bernomor 152/E/T/2012 terkait publikasi karya ilmiah, maka rasanya tidak berlebihan bila aturan dan kriteria soal jurnal ilmiah online ini perlu dirumuskan sesegera mungkin. Jangan sampai jika ini tidak terselesaikan akan memakan korban pada mahasiswa itu sendiri.

 

Kesempatan

Kehadiran jurnal online tentu memberikan kesempatan yang cukup luas bagi mahasiswa, dosen, dan kalangan akademisi untuk mempublikasikan karya ilmiah tanpa harus terbentur pada minimnya kesempatan atau lamanya atrian dimuat pada jurnal tercetak.

Setidaknya ada ada tiga hal yang bisa diperhatikan terhadap pengelolaan jurnal online. Pertama, review terhadap makalah atau karya ilmiah dilakukan langsung oleh pengampu matakuliah sejak dari semester awal. Dengan keterlibatan dosen yang mengampu matakuliah, maka bisa meminimalisir menumpuknya karya ilmiah yang akan dipublikasi karena keterlibatan reviewer khusus yang jumlahnya minim dan juga mengatasi biaya yang mungkin timbul karena penunjukkan tenaga khusus untuk melakukan review.

Kedua, berbeda dengan jurnal ilmiah tercetak, dalam jurnal online tidak ada rentang edisi publikasi. Setiap karya ilmiah dari mahasiswa bisa dimasukkan ke dalam jurnal online kapan saja. Rentang waktu perkuliahan yang biasanya rata-rata sekitar 4 tahun memungkinkan mahasiswa untuk membuat karya dan mempublikasikannya tanpa menunggu waktu sebelum ujian skripsi,tesis, atau disertasi.

Ketiga, pengelolaan jurnal online tidak hanya melibatkan tenaga administrator khusus. Dosen sebagai pengampu matakuliah juga bisa diberikan akses untuk mempublikasikan karya ilmiah mahasiswa ketika makalah yang dibuat pantas untuk dipublikasikan.  Juga, dosen yang bersangkutan diupayakan untuk memberikan ulasan atau catatan terhadap makalah tersebut.

 

Akreditasi

Memangb jurnal ilmiah apalagi yang terakreditasi merupakan media publikasi ilmiah yang diimpikan oleh mahasiswa maupun dosen. Selain dosen akan mendapatkan prestise dengan mempublikasikan karya pada jurnal ilmiah terakreditasi, ia juga akan mendapatkan angka kredit yang bisa mencapai angka maksimal, yakni 40. Besarnya angka kredit di jurnal ilmiah akan mempermudah kecukupan perhitungan angka kredit yang menjadi prasyarat bagi dosen di perguruan tinggi untuk naik jejang atau jabatan fungsional dosen.

Namun, ketika jurnal online diakui sebagai media publikasi makalah atau karya ilmiah, apakah jurnal online bisa dikategorikan sebagai jurnal terakreditasi? Sebab, aturan yang diberlakukan di masih mengacu kepada syarat teknis jurnal yang tercetak.

Persoalan inilah yang harus menjadi perhatian pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bahwa harus ada upaya merevisi kriteraia media jurnal yang terakreditasi. Tidak hanya tercetak, melainkan juga memasukkan media online sebagai bagian dari jurnal ilmiah yang terakreditasi.

Berkaitan dengan kriteria terhadap jurnal online, Jurnal Ephemera yang beralamat di http://www.ephemeraweb.org/ bisa dijadikan contoh bagaimana pengelolaan dan publikasi di jurnal online. Meski Ephemera mempublikasikan tema-tema tertentu setiap tiga bulan sekali dari akademisi perguruan tinggai maupun praktisi, namun tampilan jurnal online tersebut sederhana, hampir tidak ada gambar sama sekali dan hanya memuat teks beserta tautan saja.

Saya tidak merekomendasikan untuk membatasi waktu publikasi sebagaimana yang dilakukan oleh Jurnal Ephemera. Namun, kesederhanaan pengelolaan dan penentuan tema-tema publikasi ilmiah bisa menjadi ukuran yang dipakai untuk jurnal ilmiah online di perguruan tinggi. Namun, tema-tema publikasi ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa S2 dan S3 semata, sementara bagi mahasiswa S1 jurnal ilmiah online bisa memuat tema apa saja yang direkomendasikan oleh dosen pengampu matakuliah.

Banyaknya penyedia jasa pembuatan situs ditambah dengan harga yang ditawarkan tergolong murah, merupakan kesempatan untuk perguruan tinggi memiliki jurnal online. Bahkan jika diperlukan masing-masing program studi memiliki jurnal online tersendiri yang dikelola secara mandiri.

Selain itu, publikasi jurnal ilmiah online tidak hanya dibatasi pada mahasiswa S1 semata. Ketika jurnal ilmiah online sudah diakui oleh Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka posisi jurnal ilmiah online tersebut layaknya jurnal ilmiah lain tanpa memandang batasan jenjang pendidikan. Mahasiswa S1, S2, hingga S3 dan dosen diberikan kesempatan yang sama dan yang terpenting diakui ketika karya ilmiah dipublikasikan di jurnal ilmiah online.

Jika langkah ini diambil, selain memacu kalangan akademis untuk terampil menulis karya ilmiah juga tentu saja Indonesia tidak lagi ketinggalan dalam hal jumlah publikasi karya ilmiah dibandingkan negara-negara lainnya.

KangArul | Dosen Galau
Blogger yang juga konsultan media dan akademisi yang telah menulis lebih dari 100 buku. Memiliki cita-cita keliling Indonesia selain untuk menikmati wisata juga untuk berbagi kebaikan maupun sedikit ilmu. Selain di blog ini, ia juga memiliki blog di www.kangarul.com

Leave a Reply

error: Konten ini terproteksi untuk dikopi