Find Us on Socials

Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

Catatan

Mencari Pendar Cahaya Pelangi #2

Yang tersisa dari kita hanyalah cahaya matahari yang sama. Kau dengan pendar cahaya pelangi sementara aku dengan cahaya warna merah saga.

8Views

Kukira hanya warna merah saga saja yang ada tentang cerita matahari. Warna yang perlahan ditelan kegelapan dan selimut keheningan.
Karena warna merah saga itu seperti telah menjadi bagian dari setiap langkah yang akupun tidak tahu akan mengarah kemana. Setidaknya saat ini yang kutahu jalan itu menuju tempat matahari yang akan tenggelam dan tentu jalan itu tidak berkesudahan adanya.
Kukira hanya menjelang malam saja matahari itu bisa kunikmati sinarnya. Walau hanya seputaran waktu singkat, tapi warna merah saga itu cukup mampu membuat tatapku bertahan dalam kehampaan.
Tetapi, kau mengenalkan matahari pagi yang sejatinya lebih hangat dan menyimpan banyak lembar kosong untuk kita tulis.
Tetapi, kau mengenalkan matahari sehabis hujan yang sinarnya mampu membuat pelangi yang selalu indah dalam tatapanmu.
Itu kukira bisa membuatku menghentikan langkah. Mencoba menimbang-nimbang untuk berani mengambil jalan lain agar aku bisa menikmati cahaya pagi dan pendar pelangi seperti yang kaukatakan itu.
Awalnya keraguan seperti menjerat yang tak hentinya membisikkan dalam telingaku, “Untuk apa kau mengambil jalan itu, cukuplah selesaikan jalan ini, jika tidak ingin hatimu terluka kembali.”
Maka… aku berhenti di titik ini.
Berhenti dengan beragam perasaan yang berkecamuk untuk tetap menikmati warna merah saga sedangkan di sisi lain kau menantikan cahaya pagi dan pendar pelangi.
Dan di tahun itu kau datang dengan senyum dan binar di matamu. Menggenggam tanganku dan sedetik kemudian kau menariknya. “Ayo, A, kita cari pendar pelangi,” begitu ajakmu pelan.
Aku tak mengatakan apapun saat itu. Warna merah saga sepertinya masih menggenggam tubuhku… tapi tanpa kusadari satu langkah telah menapak ke jalan yang kau tunjukkan.
“Tunggu….” kataku kemudian.

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

Leave a Reply

error: Konten ini terproteksi untuk dikopi