Tips

Me Time Produktif buat Blogger?

440Views

Pernah denger Me Time? Itu loh waktu khusus yang hanya “saya” saja tanpa diganggu orang lain, pekerjaan lain, kesibukan lain, atau urusan-urusan yang bikin kepala mumet.

Kalau di kantoran Me Time itu sama dengan cuti. Kuliahan namanya liburan semesteran. Kalau blogger?

Nah, ini yang susah kuadrat ngejawabnya. Selain karena blogger itu gak ada jam kerjanya dan bisa kapan saja bekerja, blogger juga sibuk di dunia virtual. Mulai dari nyiapin konten, mengolah foto atau video buat posting-an, update statud di medsos, sampai pada blogwalking ke weblog orang lain.

Bahkan saya pernah iseng melakukan survei ala kadarnya ke beberapa orang (blogger juga) soal berapa waktu yang dihabiskan di depan komputer dan terkoneksi ke internet tentunya. Rata-rata jawaban yang saya dapat di atas 4-6 jam dalam sehari.

Data yang diungkap oleh situs Wearesocial pada 27 Januari 2016 menunjukkan bahwa rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu sekitar 4 jam 42 menit menggunakan komputer pribadi dan 3 jam 33 menit menggunakan gawai dalam mengakses internet.

Data Internet Indonesia

Nah, bagaimana dengan blogger? Khususnya buat blogger yang sudah menjadi semacam profesi, maka waktu yang dibutuhkan dalam mengakses internet bisa lebih atau bahkan dua kali lipat dari rata-rata data di atas. Malah saya sampai kepada sebuah simpulan bahwa blogger kadang-kadang tidak punya waktu Me Time.

Kenapa? karena sebagian blogger (catat nih ya cuma sebagian aja) selalu merasa harus terkoneksi ke dunia internet. Dalam waktu satu jam saja, bisa jadi ada waktu di saat blogger lebih dari 20 kali melihat telepon genggamnya. Dan ini terjadi ketika sedang bertugas (misalnya menjadi buzzer) atau tidak.

Padahal pemakaian gawai dengan jarak yang terlalu dekat, bahkan bisa sampai 20-30 sentimeter bisa menyebabkan radiasi kepenggunanya. Bahkan radiasi gelombang elektronik bisa menyebabkan persoalan atau gangguan kerja sistem organ tubuh, misalnya gelombang data atau suara yang ditransmisikan dalam hertz (Hz) dan jantung bekerja dalam 2 Hz (lihat Kovach, 2007 dan Hill 2015).

Tapi, terlepas dari kajian ilmiah soal penyebab pemakaian gawai terhadap tubuh, berdasarkan pengalaman pribadi memang bersentuhan dengan gawai bisa melelahkan. Saya bahkan pernah terserang gejala carpal tunnel syndrome sehingga tangan kanan tidak bisa digerakkan karena jari-jemari akan sakit hanya karena lebih dari 6 jam mengakses internet lewat komputer setiap hari selama bertahun-tahun.

Yang diperlukan hanyalah istirahat.

Banyak pilihan istirahat yang bisa dilakukan oleh blogger. Bukan istirahat produktif ya. Maksudnya istirahat yang jalan-jalan ke sebuah lokasi wisata, disponsorin oleh sebuah brand, tapi di lokasi tetep saja mengakses medsos, genggamin gawai terus-menerus, dan foto sana-sini. Kalau itu namanya Me Time yang produktif buat blogger.

Kalau bisa buat Me Time yang tidak produktif. Sesekali saja, toh, tidak ada salahnya memanjakan diri dan melepaskan sejenak dari profesi blogger. Bisa refleksi atau pijat urut, bisa tidur hibernasi sehari penuh atau sampai malam, bisa mancing, bisa naik gunung, bisa berenang… pokoknya apa saja yang bisa membuat badan segar dan pikiran kembali tidak suntuk.

Syaratnya hanya satu… matikan telepon genggam atau gawai, taruh di tempat yang sulit terjangkau…

Kalau gawai masih hidup, saya gak yakin Me Time-nya akan 100 persen sempurna. Bukan Me Time Produktif maksudnya sedang waktu santai buat manjain diri tapi tetep saja kerja virtual. Me Time Produktif itu betul-betul mengembalikan diri biar siap sedia produktif menjadi blogger.

Saya aja… sampai sekarang belum berhasil ninggalin telepon genggam… hiks hiks… seperti saat tulisan ini dibuat saya sedang pijat alias refleksi kaki sambil utak-atik gawai.

Referensi

Hill, Simon (2015). Is Cell Phone Radiation Actually Dangerous? We Asked an Expert diakses dari http://www.digitaltrends.com/mobile/can-cell-phones-cause-brain-cancer/ dipublikasikan pada 21 April’15 di akses pada tanggal 7 Feb’16

Kemp, Simon (2016). Digital 2016 diakses dari http://wearesocial.sg/blog/2016/01/digital-2016/ diakses pada tanggal pada 7 Feb’16

Kovach, Sue (2007).  The Hidden Dangers of Cell Phone Radiation diakses dari  http://www.lifeextension.com/magazine/2007/8/report_cellphone_radiation/Page-01 dipublikasikan Agustus 2007 diakses pada tanggal 7 Feb’16

 

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

14 Comments

Leave a Reply

error: Konten ini terproteksi untuk dikopi