Teknologi

Lindungi Hak Cipta Blog

522Views

B anyak yang tidak menyadari bahwa ada hak cipta blog. Artinya, tulisan yang dipublikasikan di blog memiliki hak cipta sehingga setiap orang tidak bisa semena-mena menggunakan konten tersebut.

hak cipta blog terkait hak atas konten dan bagaimana konten tersebut dipublikasi oleh orang lain. Termasuk di dalamnya hak eksploitasi ekonomi di dalamnya. Artinya, sebuah konten blog baik itu teks, video, audio, dan segala macam bentuk yang dibuat oleh blogger sendiri memiliki hak cipta yang dilindungi.

Hak cipta Dosen Galau

Sebagai blogger, hak cipta blog rasanya perlu dinyatakan. Karena tidak semua blogger atau pengunjung blog memahami bagaimana ketentuan pemakaian konten blog. Persoalan tidak berhenti sampai pada sekadar meminta izin kepada penulis konten pertama, melainkan bagaimana tanggungjawab atau konsekuensi penggunaan konten itu selanjutnya termasuk bentuk-bentuk baru.

I ni menjadi penting karena blog sebagai bagian dari media siber menyediakan ruang penyimpanan yang cukup besar dan sekaligus bisa digunakan untuk memublikasikan konten. Melalui mesin pencari seperti Google, pengguna akan mudah menelusuri dan mencari konten yang diinginkan, mulai dari resep kuliner nusantara sampai pada karya ilmiah seperti skripsi dan tesis. Bahkan ada situs internet seperti scribd.com dan academia.edu yang dibuat untuk mengunggah karya-karya pengguna internet. Misalnya, di situs scribd.com terdapat ratusan bahkan ribuan tugas-tugas kuliah, karya skripsi-tesis-disertasi, sampai pada bahan-bahan perkuliahan dalam bentuk file power point yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna.

Sebuah karya yang masuk kategori ciptaan tidak terbatas pada situs yang dibuat khusus untuk menggunggah file, terdapat beragam jenis media yang bisa digunakan untuk memasukkannya dalam kategiori hak cipta ini termasuk blog. Namun patut diperhatikan, bahwa karya-karya yang ada di media siber bukanlah karya yang bebas pakai. Karya yang dipublikasikan di blog tersebut merupkaan ciptaan yang dilindungi oleh hukum dan dalam kasus di Indonesia setidaknya dilindungi oleh dua undang-undang, yakni Undang-undang No. 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta dan Undang-Undang RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Di blog atau media internet lainnya, aspek hukum yang sering terjadi adalah pelanggaran terhadap hak ciptaan seseorang yang dipublikasi ulang, disebarkan, atau dimanfaatkan. Contoh sederhana adalah menggunakan foto hasil karya pengguna lain dengan memublikasikannya di blog dan tanpa memberikan penjelasan atau keterangan sumber foto tersebut (credit title). Padahal dalam Pasal 2 Undang-undang No. 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta dijelaskan bahwa “Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan”. Termasuk di dalam ciptaan yang dilindungi oleh undang-undang ini adalah teks dan juga karya fotografi.

Dalam pasal Pasal 25 Undang-Undang RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik disebutkan bahwa:

Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang disusun¬ menjadi karya intelektual, situs internet, dan karya intelektual yang ada di dalamnya dilindungi sebagai Hak Kekayaan Intelektual berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

Pernyataan undang-undang ini menegaskan bahwa segala bentuk konten yang dipublikasikan di media siber jika itu merupakan hasil karya, gagasan, dan sampai pada inovasi sendiri, maka konten tersebut mendapatkan perlindungan hukum. Karena itu, tindakan plagiarisme atau menyalin dan menyebarkan (copy paste) sebuah konten dari media siber untuk kepentingan pribadi baik dalam bentuk publikasi online atau di dunia nyata merupakan pelanggaran hukum sepanjang tidak mendapatkan izin dan atau mencantumkan sumber pemilik hak tersebut.

Pada dasarnya semua yang dipublikasikan oleh individu atau institusi di media siber mengandung hak cipta, akan tetapi bisa saja konten atau teks itu dipergunakan apabila adalah pernyataan yang menunjukkan hal tersebut. Perlu mendapat perhatian bahwa tidak selamanya sebuah situs memiliki laman khusus yang memuat pernyataan (disclaemer).

Oleh karena itu, sebagai blogger semestinya harus menghargai dan mematuhi bahwa ketika mengakses sebuah halaman di internet pengguna itu secara langsung maupun tidak harus memerhatikan ketentuan akan hak cipta yang berlaku atau memperhatikan hak cipta blog tersebut. Pemberlakuan terhadap pelarangan dan penggunaan hak cipta ini tidak hanya untuk wilayah Indonesia semata, melainkan juga berlaku untuk seluruh wilayah di dunia di mana setiap negara memiliki hukum dan atau aturan tersendiri.

Namun, selain memerhatikan pernyataan, pengguna internet juga harus memerhatikan adanya simbol-simbol yang disematkan dalam tampilan situs. Secara internasional lambang © atau hak cipta (copyright) menunjukkan bahwa konten atau semua yang ada di situs ini merupakan hak cipta pemilik situs dan untuk memakai atau mengutip konten itu diperlukan izin dari pengguna. Sementara lambang copyleft menunjukkan bahwa pengguna membebaskan pengakses untuk memakai ciptaannya, terutama untuk ciptaan yang khsusus seperti program komputer, karya ilmiah, dan atau lagu, sepanjang ciptaan itu diberikan label atau diberi keterangan siapa yang membuatnya.

Gambar Tanda hak cipta dan hak untuk memakai ciptaan

Copyright

Terkait dengan pernyataan penggunaan hak cipta di media siber, sebuah organisasi Creative Commons (http://creativecommons.org) meluncurkan gambar atau ikon selain ikon copyright dan copyleft. Ikon baru untuk memberikan pernyataan kepada pengakses situsnya tentang kebebasan memakai konten milik pengguna dengan beberapa syarat tertentu (lihat gambar). Lisensi dan pembentukan organisasi ini dipelopori oleh Profesor Lawrence Lessig dari Universitas Stanford pada December 2002 dan telah digunakan lebih dari 140 juta (lihat Kim, 2008:187).

Gambar Ikon-ikon dalam Lisensi Creative Common

Copyright2

Sumber: diadaptasi dari http://creativecommons.org/licenses/ diakses pada 9 September 2013

I kon-ikon tersebut pemakaiannya bisa dimodifikasi dalam pengertian tergantung kepada pengguna untuk memberikan lisensi yang bagaimana terahdap konten situsnya. Setiap ikon memiliki pengertian dan ketentuan tersendiri dan melalui situs Creative Commons pengguna tinggal menyalin kode bahasa pemograman internet yang bisa disematkan dalam media siber seperti situs atau blog.

Tidak hanya itu, lisensi yang digunakan atau disematkan di situs memiliki beberapa lapisan. Lapisan itu adalah yang secara visual bisa dilihat oleh semua pengguna di media siber dan ada juga lapisan yang hanya bisa dibaca oleh perangkat atau mesin dengan bahasa pemograman.

Jika ingin membaca bagaimana penjelasan hak cipta blog, bisa membuka situs ini https://creativecommons.org dan di konten selanjutnya saya juga akan mengupas hak-hal seperti apa yang bisa disematkan di blog.

Sumber foto HL: https://www.roberthalf.com.au/blog/playing-catch-copyright-laws-digital-age

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

10 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!