Teknologi

Liburan Dan Kerja Bareng ASUS ZenBook S-UX391UA

Bagi saya sebagai pekerja kreatif harus bisa memadukan liburan dan kerja secara bersamaan. Begitu juga dengan "isi" tas saya yang harus mendukung aktivitas yang super padat itu...

586Views

Banyak yang bilang dan menyebut saya sebagai Bang Toyib dan punya kost di bandara. Ada sebabnya tentunya.

O ya, sebutan “Bang Toyib” itu berasal dari sebuah judul lagu dangdut, loh. Lagu yang diciptakan oleh Sandi Sulung pria asal Sukabumi ini menceritakan soal lelaki yang tidak pulang-pulang ke rumah. Meranalah sang istri sambil merintih syahdu…

Bang toyib
Bang toyib
Kenapa tak pulang pulang
Anakmu anakmu
Panggil panggil namamu

Eits… bukan karena saya kabur dari rumah ya… tapi semata-mata panggilan itu disematkan karena seringnya melakukan “perjalanan dinas” ke berbagai kota. Mengisi kelas atau seminar dan sekaligus merekam pemandangan atau spot sebagai orang yang hobi motret.

Saking seringnya saya mengunjungi berbagai daerah tak jarang menginap di bandara. O ya, malah pernah dalam sebulan saya hampir setiap dua hari ada di bandara.¬† ūüôĄ

Pekerja Kreatif dengan Banyak Kartu Nama

Di penghujung tahun 2018 kemarin pun ketika orang-orang berlibur dan memanjakan mata melihat alam yang indah, saya malah aktif di sebuah sesi pelatihan. Padahal tanggalan warnanya merah!

Eits, jangan salah sangka… buat saya yang namanya “LIBURAN” dan “KERJA” adalah satu hal yang sama. Sudah beberapa tahun ini saya tidak menjalani opis hawer alias jam kerja kantoran alias lagi kerja independen. Yup. saya sedang menikmati profesi baru sebagai pekerja kreatif.

¬†Bayangkan coba kalau kita duduk di pinggir pantai, menikmati matahari yang tenggelam, saat itu juga bisa bekerja menangkap detik-detik indah ‘keajaiban’ jelang malam dengan kamera dan menyalinnya di laptop.

Namanya juga pekerja kreatif, jadi saya harus kenceng usahanya, kuat mencari rezeki halalnya, dan sering-sering berdoa kepada Allah semoga selalu beraktivitas dengan baik.

Tapi saya bukan pengangguran ya. Kalau ditanya apa profesi saya, maka jawabannya bisa banyak. Saya punya kartu nama yang profesinya dosen karena saya juga mengajar soal digital branding dan kajian media di berbagai kampus dan di beberapa daerah. Saya juga punya kartu nama yang berprofesi sebagai pnulis buku, ada juga blogger,  kemudian jurnalis dan sekotak yang berisi konsultan digital branding.

Dukungan Alat Kerja

Di era kekinian, seorang pekerja kreatif tentu perlu perangkat kerja yang mumpuni. Salah satu yang wajib ada adalah laptop alias komputer jinjing yang bisa dibawa kemana-mana.

Nah, buat yang suka berpergian kayak saya ini, tentu saja laptop menjadi pengisi wajib tas yang saya bawa. So, gak heran, deh, kalau saya harus selektif banget mengisi tas backpack or ransel  dengan hal yang praktis, simpel, dan juga pertimbangan utama ringan.

Saya sempat bertanya-tanya dalam hati–tapi gak sampai melo sambil meluk tiang listruk ya– adakah produk yang cocok banget buat menjadi teman kerja dan liburan saya itu. Produk laptop yang tentu sebagai “senjata” utama buat¬† pekerja kreatif.

Dan pucuk dicinta ulam pun tiba… di awal tahun 2019 ini ada temen blogger saya yang ngasih update-an info. Bukan kabar burung atau sekadar isu-isu warung kopi pinggir jalan loh. Kabarnya ada¬†brand yang ngeluarin produk yang cocok banget buat seorang pekerja kreatif.¬† Cocok lah buat karakter saya sebagai seseorang yang tampil di depan banyak orang dan sekaligus menjadikannya sebagai liburan produktif.

a Good Deal on a Good Looking

Kebayang gak dengan posisi papan ketik yang nyaman, sistem pendingin mesin yang bekerja secara optimal, dan juga kinerja audio yang oke banget? Wait… audio yang oke banget? Audio yang pake Harman Kardon?

Sumpah… gak kebayang saya liburan dan sekaligus kerja sambil dimanja telinga saya dengan kualitas suara mendekati aslinya di sebuah laptop yang ringan.

Wait lagi… tunggu… ringan?

Yup. kabarnya produk ini punya berat hanya  1 kilogram. Aih, kebayang dengan dengan desain yang tampil elegan, penuh prestise, dan juga asyik di bawa liburan ke pinggir pantai, gunung, atau spot-spot kulineran tapi tetep ringan di dalam tas.

Nah, produk yang diulas oleh PCMAG.com¬†sebagai “represents a good deal on a good-looking ultrabook” ini¬† merupakan salah satu produk terbaik dari ASUS di penghujung 2018 dari keluarga Zenbook dengan sebutan¬†ASUS ZenBook S-UX391UA.

Ini bukan sekadar pujian di jurnal online (blog) saya loh. Apalagi review kaleng-kaleng. Sebagai seseorang yang tuntas menjejakkan kaki di jenjang pendidikan, pengisi seminar, dosen, dan sekaligus sebagai pejalan sejati plus penulis buku soal produk saya gak main-main.

Terlebih lagi produk yang akan membantu tugas-tugas saya itu yang super-duper padat. Saya datang berulang kali ke berbagai pusat elektronik untuk menjajal perangkat baru ini; sekaligus tentunya cuci mata ūüėČ

Makanya saya mulai kenceng-kenceng berusahanya dan sekaligus berdoa semoga di tahun 2019 saya bisa ganti laptop. Syukur-syukur saya mendapatkannya dengan hasil keringat sendiri. Kadang Allah bekerja secara dan dari jalan yang gak kita sangka-sangka deh.

ASUS ZenBook S-UX391UA Mendukung Kerja dan Liburan Saya

Buat saya, yang namanya liburan dan kerja adalah dua sisi uang yang tidak berbeda. Keduanya sama-sama  beriringan.

Bagaimana saya menjalani dua hal itu? Ini ilustrasi singkatnya.

Bayangkan ketika menjadi pemateri di bagian Barat Papua, maka saya akan memilih satu hari¬† datang lebih awal dan satu hari pulang belakangan. Hari kosong itu akan saya gunakan untuk “me time“.¬† Tujuannya apalagi kalau bukan untuk menikmati lokasi-lokasi menarik di daerah yang saya kunjungi itu.

Yakin Bawa Barang Elektronik Jalan-jalan?

Tapi tetap aja ada masalah kalau seandainya melakukan perjalanan membawa barang elektronik seperti laptop dan lainnya. Paling umum adalah saat malas membawa tentengan yang beraaaattt masuk ke pesawat, maka saya akan menitipkan tas ke dalam bagasi.

Nah, yang namanya masuk ke dalam bagasi tentu saja bercampur dengan barang-barang lain. Lebih mengkhawatirkan kalau koper kita itu ketumpuk dengan koper lainnya yang beratnya rata-rata mendekati maksimum 20 kilogram per penumpang .

Iya kalau cuma ditumpuk dengan satu koper, kalau beberapa koper…

 Seandainya saya membawa laptop ASUS ZenBook S-UX391UA yang hanya berat sekilo  apakah produk itu akan tertimpa musibah di bagasi pesawat? 

Okelah di pesawat aman. Bagaimana saat saya melakukan perjalanan. Maklumlah di backpack kesayangan saya itu di dalamnya ada tongsis, kamera mirrorless, tripod, alat charger, kabel koneksi traveller,  lampu outdoor, dan banyak lainnya.

Jika menemukan pemandangan, seringnya untuk landscape saya langsung ambil kamera dan main lempar saja tas saya ke sembarang tempat. Ya apalagi kalau bukan demi mendapatkan momen yang langka. Misalnya sunset atau matahari tenggelem itu cuma beberapa menit bahkan detik aja.

Seandainya dalam tas yang saya lempar itu ada laptop yang tipisnya hanya 12,9 mm itu apakah gak khawatir pas dibuka produkya jadi cacat secara fisik dan juga kinerja? 

Lalu, saya yang selalu membuka pekerjaan, mengedit materi dan kadang konten berupa video memerlukan ketahan baterai yang cukup lama. Sebagai pengisi seminar saya perlu bahan-bahan yang tidak sekadar gambar di powerpoint, kadang perlu aneka konten seperti suara dan video.

Juga, sebagai blogger (karatan¬† ūüėÜ ) yang senang dunia fotografi saya tentu perlu menyalin dan mengedit hasil shooting.

 Bagaimana seandainya laptop yang saya pakai cuma tahan tiga jam saja dalam kondisi normal? Apalagi kalau saya membuka berbagai aplikasi pengolah foto dan video yang tentu menguras daya, apakah saya harus dekat colokan terus? 

Nah, gak berlebihan kalau dua kekhawatiran saya itu saya langsung jawab dengan kata: ” Ah, biarin aja!”

Loh, kenapa? Gimana gak dan saya bisa bersikap santai… walaupun dengan bodi yang ringan hanya sekilogram dan tipis dengan ketebalan ultrabook¬† hanya 12,9 mm ini ternyata kekuatannya tidak ringkih.

Ini laptop udah mengalami uji yang terbilang ekstrim. Udah di jatuhin berkali-kali, dicundang dengan intesitas bertubi-tubi, diuji coba performanya di ketinggian sampai pada uji tes di suhu rendah maupun tinggi. Gak heran kalau akhir desain yang penuh gaya ini dibalut oleh bodi khusus dan ganjar oleh sertifikat Military Grade MIL-STD 810G.

Plusnya¬† lagi kapasitas baterai yang 50Wh dan mendukung hingga 13,5 jam ini. Wuah… dengan ketahan baterai seperti ini tentu saya gak jadi colokan seeker alias selalu kerja di dekat terminal pengisi daya. Gak lagi takut saat nge-render¬†video yang biasanya bisa sampai satu jam dan perangkat lunak (software) bisa memakan daya dengan rakus.

Mengapa Saya akan Memilih Laptop Penuh Gaya ini?

Sebagai orang yang bergerak di industri kreatif, maka tak heran saya sering menulis konten, baik itu foto, video, musik, dan  sebagainya. Konten yang saya dapatkan saat berkunjung ke berbagai daerah tadi.

Untuk mendukung kerja itu, saya berpikir bahwa dengan dukungan Windows 10 Intel CPU Core i7 dengan 4.0 GHz dan penyimpanan 512 GB plus ram 16 GB rasanya lebih dari cukup untuk mendukung kerja dan liburan saya itu.

Kalau yang mau tahu soal spesifikasi ultrabook ini, langsung aja klik…

Spesifikasi ASUS Zenbook S-UX391UA

Tapi secara garis besar sih ini tiga alasan saya memilih produk satu ini.

So… kepikiran banget kalau isi tas saya itu di tahun 2019 nanti ada¬†ASUS ZenBook S-UX391UA di dalamnya.

Sebuah laptop yang tidak akan membuat saya khawatir soal mengisi pekerjaan sekaligus liburan. Memadukan dua hal itu dengan produktivitas yang maksimal…

Aminkan jamaah…. please¬† ūüė≥

by the way kalian bisa kok punya kesempatan untuk menjadi salah satu prang beruntung yang punya laptop canggih ini. Kebetulan ada lomba nulis blog nih yang hadiahnya 1 buah Zenbook, 2 Vivobook, plus 1 HP Zenfone loh… buruan ikutan di blognya www.mirasahid.com

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

11 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!