Find Us on Socials

Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

Tips

Hati-hati Tekanan Darah Tinggi

203Views

Mengatasi tekanan darah tinggi bukan hal yang mudah. Hal ini mengingat kondisi ini disebabkan oleh gaya hidup tak sehat yang sukar dikendalikan. Kalau sudah gaya hidup dan jadi kebiasaan tentu sulit untuk diubah, bukan? Bahkan ketika sakit telah melanda. Tekanan darah tinggi biasanya hadir karena beberapa faktor risiko berikut:

  1. Faktor usia yakni 65 tahun ke atas tetapi tidak menutup kemungkinan di bawah usia tersebut mengidap hipertensi.
  2. Faktor riwayat keluarga dan mengalami kelebihan berat badan.
  3. Konsumsi makanan yang kurang sehat, seperti makan makanan yang mengandung banyak garam dan kurang konsumsi sayur dan buah.
  4. Terlalu sering minum kopi dan minuman lain yang mengandung kafein serta konsumsi alkohol berlebihan.
  5. Kurang olahraga.

Dari daftar di atas, kita sudah bisa bayangkan apa saja yang harus dihindari untuk bisa mengatasi tekanan darah tinggi. Nah, mari kita kulik lagi!

sehat

Berdasarkan data Riskedas tahun 2013 didapati bahwa 25% orang Indonesia yang berusia 18 tahun ke atas menderita penyakit hipertensi. Padahal penyakit ini tergolong berbahaya karena bisa menyebabkan penyakit kronis lainnya. Beberapa penyakit tersebut antara lain gagal ginjal, sakit jantung hingga kerusakan otak. Kebanyakan penyakit ini bahkan tidak terdeteksi sejak dini. Jadi, makin diingatkan lagi mengenai pentingnya memiliki asuransi ya, apakah itu asuransi kesehatan atau bahkan asuransi jiwa. Oiya, kita dapat dikatakan mengalami tekanan darah tinggi apabila mencapai tekanan sistolik dan diastolik 145/95mmHg dan lebih tinggi.

Cara Mudah dan ‘Rahasia’ Mengatasi Tekanan Darah Tinggi

Cara ini sebenarnya sudah jadi ‘rahasia umum’. Dari beberapa poin yang disebutkan di awal, menghindari garam adalah salah satu cara terefektif mengatasi hipertensi. Bagaimana bisa? Natrium atau garam sifatnya mengikat air sehingga makin tinggi asupan garam maka volume darah juga meningkat. Nah, sementara itu, lebar pembuluh darah tetap. Jadi, Anda bisa bayangkan betapa deras aliran darah yang akhirnya mengakibatkan tekanan darah jadi tinggi. Begitu kira-kira proses kerjanya. Jadi, dengan mengurangi garam tentu bisa mengurangi tekanan darah pula.

Saran ahli gizi adalah konsumsi garam setiap hari tidak boleh lebih dari 5 gram atau 2000 miligram yakni setara dengan 1 sendok teh.

Tidak hanya berbentuk garam, kandungan garam terdapat dalam bahan makanan seperti bahan pengawet, baking power, sodium bikarbonat, MSG atau bahkan obat-obatan seperti antibiotik dan antasida. Jadi bagaimana menyiasati supaya makanan yang Anda konsumsi punya ‘cita rasa’? Bisa kok! Beberapa bahan pengganti garam bisa Anda coba, yakni:

  • Daun salam
  • Bubuk mustard
  • Bubuk kari
  • Oregano
  • Bubuk cabai
  • Kemangi
  • Peterseli
  • Daun tulsi
  • Perasan lemon
  • Mint
  • Bawang putih
  • Bawang merah
  • Cuka
  • Cabe hijau
  • Asam

Bahan-bahan ini bisa Anda coba. Cobalah untuk sediakan waktu untuk searching berbagai resep yang lezat meski tanpa garam atau kurang garam. Selain itu, daripada mengonsumsi sayur dan buah kalengan, lebih baik pilih buah dan sayur segar.

Ya, sakit memang kadang tidak bisa dielakkan. Di samping menjalani hidup sehat, Andapun tetap perlu proteksi untuk ‘jaga-jaga’. Tadi kita sempat singgung mengenai pentingnya asuransi mengingat persentase penyakit seperti hipertensi ini sangat tinggi. Oleh karena itu, siapkan asuransi terbaik Anda, baik itu asuransi jiwa terbaik maupun dipadukan dengan asuransi kesehatan. Dengan begitu, pikiran tenang, penyakit lebih parah semoga tidak kunjung datang!

 

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

1 Comment

Leave a Reply

error: Konten ini terproteksi untuk dikopi