Find Us on Socials

Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

Tips

Hari ke-50 Menjadi Penulis Novel dalam 60 Hari

184Views

Jika saat ini proyek novel kamu sedang dalam tahap mengerjakan puncak konflik (klimaks), perlakukanlah secara berhati-hati. Seringkali penulis novel pemula membiarkan konflik yang biasa dan apa adanya. Tidak meninggalkan bekas kepada pembaca. Bahkan ada pula yang menggarap konfliknya dengan terburu-buru.

Perlu dicatat, konflik adalah jantung dari cerita yang kamu buat. Bahasa kerennya adalah konflik merupakan inti dari seluruh cerita. Dengan demikian tentu saja pembaca ingin mengetahui bagaimana inti cerita itu disajikan oleh seorang penulis novel. Jika kamu menulis tentang cerita tentang mencari orang tua kandung, maka pembaca berharap bahwa kamu menyajikan saat-saat si tokoh bertemu dengan sang orang tua, apa yang dialami oleh tokoh tersebut, termasuk pergulatan batinnya, dan apa pula tanggapan sang tokoh ketika ia harus menghadapi kenyataan kalau orang tuanya tersebut ternyata tidak sesuai dengan apa yang diharapkan olehnya.

Oleh karena itu, jadikah konflik sebagai kekuatan kamu untuk menyampaikan tema besar yang ada dalam novel kamu ini. Berika porsi atau bab tersendiri dalam novel kamu untuk menceritakan tentang puncak konflik dan bab lain untuk penyelesaian konflik (anti klimaks). Jangan bernafsu untuk mengakhiri atau mematikan tokoh cerita kamu hanya karena kamu tidak sabar untuk mengolah konflik.

Konflik adalah jantung dari cerita yang kamu buat. Konflik merupakan inti dari seluruh cerita

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

Leave a Reply

error: Konten ini terproteksi untuk dikopi