Find Us on Socials

Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

Tips

Hari ke-24 Menjadi Penulis Novel dalam 60 Hari

203Views

m-jadi_penulis_top_bgtJangan terlalu terburu-buru menyelesaikan setiap bab atau episode dari kerangka cerita yang kamu buat. Jangan terlalu puas telah menyelesaikan satu adegan atau episode novel kamu, sebab bisa jadi apa yang kamu buat itu dapat menjadi sumber untuk proses pengembangan lebih jauh. Ya, pengembangan. Kata ini adalah kata yang membedakan antara menulis cerita pendek dan novel. Sesuai dengan namanya, cerita pendek adalah jenis cerita yang memiliki batasan halaman tertentu sementara novel tidak. Nah, di sinilah kamu dituntut untuk lebih mengembangkan apa yang telah kamu tulis. Menulis novel membebaskan kamu untuk berimajinasi, memainkan karakter atau tokohmu, melebarkan dialog-dialog, bahkan sampai memanjangkan paragraf yang telah kamu tulis.

Kamu masih bingung? Kalau masih bingung dengan kata ‘pengembangan’ itu, kamu lihat, deh, contoh penggalan cerita ini:

Pelan-pelan Irfan membuka kelopak matanya. Ia telah sadar.

“Syukurlah kau selamat, Fan.”

Suara itu jelas sekali sangat dikenalnya. Drigo. Untuk apa ia ada di sini? Bukankah ini Singapura dan Drigo masih di Jakarta? Dia terus dilanda kebingungan.

“Aku menemukanmu dalam kondisi tidak sadar. Kukira kau sudah menjadi korban dalam peledakan itu,” lanjut Drigo

Kamu sudah baca bukan penggalan cerita di atas? Cerita tersebut menjelaskan bagaimana tokoh Irfan, setelah siuman, dan tokoh Drigo. Untuk menulis cerpen, kutipan cerita di atas bisa dikatakan sudah lengkap dan pas. Namun, dalam menulis novel ada bagian-bagian cerita tersebut yang dapat kamu kembangkan.

Yuk, sekali lagi kamu lihat contoh hasil ‘pengembangan’ cerita di atas;

Pelan-pelan Irfan membuka kelopak matanya.

Arrghhh …. Cahaya di atas sana begitu menyilaukan.

“Kau sudah sadar?” Samar-samar ia menangkap sebuah suara.

Sekali lagi ia coba membuka mata, dan hal pertama yang dilihatnya hanyalah pantulan cahaya. Lalu setelah terbiasa dengan cahaya yang ternyata lampu neon itu, benda lain yang bisa dilihatnya hanyalah langit-langit berwarna putih.

Aku di mana?

Apa yang terjadi?

Kepalanya tiba-tiba terasa sangat pusing dan beberapa bagian di tubuhnya terasa nyeri. Dari ekor matanya, Irfan bisa melihat selang infus yang tersambung pada lengan kanannya. Meski bingung, tapi rasa penasaran yang besar tentang apa yang dialaminya saat ini memenuhi pikirannya.

“Syukurlah kau selamat, Fan.”

Suara itu jelas sekali sangat dikenalnya. Drigo. Untuk apa ia ada di sini? Bukankah ini Singapura dan Drigo masih di Jakarta? Dia terus dilanda kebingungan.

“Aku menemukanmu dalam kondisi tidak sadar. Kukira kau sudah menjadi korban dalam peledakan itu,” lanjut Drigo.

Kalau kamu jeli dan mata kamu teliti (ceile … bahasanya!), maka kamu akan menemukan bahwa cerita kedua memiliki maksud yang sama dengan cerita yang pertama. Hanya saja di cerita kedua ini ada ‘pengembangan’ cerita, yaitu saat-saat dimana Irfan siuman. Ya, menceritakan lebih detil atau lebih panjang saat-saat Irfan siuman serta apa yang dialaminya itulah yang menunjukkan bahwa menulis novel memungkinkan untuk lebih mengembangkan bagian-bagian cerita yang telah kamu tulis itu.

Namun, jangan sampai kamu terlalu asyik mengembangkan bagian kecil ceritamu itu sehingga melupakan bagian besar yang menjadi inti dari apa yang akan kamu sampaikan. Kamu bisa mengembangan bagian cerita tentang saat-saat siuman itu dengan cerita yang lebih panjang lagi, akan tetapi jangan sampai hasilnya malah mengalihkan suasana cerita yang sedang kamu bangun. Karena cerita tentang tokoh Irfan yang siuman itu hanyalah satu bagian kecil dari inti cerita yang sebenarnya. Coba, deh, kamu buka novel spionase LABIRIN terbitan DAR! MIZAN yang merupakan sumber contoh di atas.

Kamu kan sudah menghasilkan beberapa halaman cerita, nah, sekarang temukan bagian mana yang bisa kamu kembangkan. Ayo, tunggu apa lagi!

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

Leave a Reply

error: Konten ini terproteksi untuk dikopi