Tips

Hari ke-18 Menjadi Penulis Novel dalam 60 Hari

222Views

m-jadi_penulis_top_bgtSekarang satu hal terakhir yang kamu perlukan untuk menulis novel adalah plot atau alur cerita. Alur cerita ini menegaskan bagaimana unsur cerita, tokoh, dan setting itu digunakan dalam novelmu secara utuh. Mulai dari halaman awal sampai halaman terakhir plot memberikan penegasan bagaimana cerita ini berjalan. Bahasa mudahnya plot adalah urutan kejadian atau peristiwa-peristiwa yang muncul karena adanya sebab-akibat.

Dan ada dua jenis plot, yaitu alur maju dan alur balik (flash back).

Alur maju adalah rangkaian peristiwa di novelmu bersifat kronologis. Artinya peristiwa-peristiwa terjadi secara berurutan dari segi waktu. Cerita di mulai pada tahap awal, tengah, dan akhir. Parktisnya plot maju seperti ini, setelah mahasiswa itu tahu bahwa orang tuanya selama ini bukan orang tua kandungnya, ia memutuskan mencari orang tua kandungnya, mengalami beberapa peristiwa di tengan pencariannya, menemukan orang tua kandungnya itu, dan menerima keduanya, baik orang tua kandung maupun orang tua tiri, sebagai orang tuanya.

Kalau pakai skema, contoh di atas seperti ini:

A —- B —- C —- D —- E

Sementara alur balik (flash back) cerita tidak menurut aturan kronologis waktu. Alur flash back ini memungkinkan cerita dimulai bisa dari sebagian tahap tengah atau tahap akhir, baru ke tahap permulaan, menceritakan kembali sebagian tahap tengah, dan akhir cerita. Misalnya, masih gagsan cerita di atas, cerita di mulai dari peristiwa di mana orang tua kandung tersebut menitipkan anaknya kepada satu keluarga, lalu cerita beranjak ke beberapa tahun mendatang saat mahasiswa itu mengetahui bahwa orang tuanya selama ini bukan orang tua kandung, ia memutuskan mencari orang tua kandungnya, mengalami beberapa peristiwa di tengan pencariannya, menemukan orang tua kandungnya itu, menjelaskan mengapa mereka menitipkannya, dan tetap menerima keduanya, baik orang tua kandung maupun orang tua tiri, sebagai orang tuanya.

Nah, skema alur balik seperti di bawah ni:

D1 —- A —- B —- C —- D2 —- E

Oh ya, tidak mesti kamu menempatkan peristiwa lalu itu di awal cerita. Bisa saja kamu menempatkannya di mana saja dan melihat kebutuhan cerita.

Mungkin saja skema ceritamu jadi seperti ini;

A —- E1 —- B —- C —- D —- E2

A —- C1 —- B —- C2 —- D —- E

A —- B1 —- D1 —- C —- B2 —- D2 — E

Skema ini bisa jadi kombinasi apa saja, tergatung sejauhmana imajinasi dan daya kreatifitasmu mengolah ide atau gagasan ke dalam bentuk cerita. Tidak ada aturan baku yang mengharuskan kamu harus memilih bentuk seperti ini dan tidak boleh menggunakan bentuk yang lain. Yang jelas semua karya fiksi baik itu cerita pendek atau novel masing-masing memiliki alur cerita. Semua, sekali lagi, tergantung imajinasi dan kreatifitasmu.

Ada beberapa penulis yang menggunakan flash back dalam novelnya. Misalnya Senja yang Menghilang, dan Di Selubung Malam.

Beralih ke ide cerita yang sudah kau punya, baca dan lakukan analisa sederhana; kira-kira ide ceritamu mau menggunakan alur cerita seperti apa. Tidak ada kekurangan dan kelebihan di masing-masing alur. Alur cerita hanya membantu kronologis terjadinya perisiwa dalam novelmu.

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

1 Comment

  • Maaf Kang Arul, banyak dari peserta Sunday Sharing #21 kemarin meminta file power point. Jika diperbolehkan, silakan file-nya kirim ke saya aja kang. Nanti biar saya yang mendistribusikan sama teman-teman. Trimakasih.

Leave a Reply

error: Konten ini terproteksi untuk dikopi