Bisnis & Produk

Gaya Bisnis Baru di Tridge

1.26KViews

B agi mereka yang terjun ke dunia bisnis, apa yang paling penting? Banyak jawaban yang bisa diberikan untuk pertanyaan ini. Mulai dari urusan 1) modal, kemudian 2) sumber daya manusia (SDM), 3) sarana dan prasarana, sampai pada 4) jaringan, baik itu distribusi barang maupun koneksi mitra bisnis.

Pengalaman ini langsung saya jalani, lho, ketika mulai membuka bisnis kecil-kecilan untuk perlengkapan outdoor sejak awal 2016 lalu. Salah satu yang paling menantang adalah jaringan. Yup, soal modal, SDM, maupun sarana-prasarana banyak saluran yang bisa dipakai. Modal bisa pinjem ke bank, SDM bisa turun tangan sendiri, sedangkan sarana-prasarana bisa ngontrak/beli.

Tapi, kalau bicara soal jaringan belum tentu banyak yang mau berbagi. Ibarat dunia persilatan, jaringan itu adalah kitab jurus-jurus maut yang memuat rahasia masing-masing perguruan silat. Orang bisa jadi jago silat dengan otodidak, tapi hasilnya akan berbeda dengan mereka yang memiliki kitab tersebut. Karena kitab jurus-jurus silat berdasarkan pengalaman demi pengalaman yang ditulisakan.

Nah, sesuai janji saya kemarin ketika menulis tentang¬†Sekarang Ada “Jembatan Transaksi” , maka saat ini saya mencoba mengulas lebih ke soal teknis ya. Mengulas bagaimana sebuah platform B2B alias bisnis ke bisnis yang baru saja masuk ke Indonesia, nih.

Yang kemarin penasaran, mungkin bisa buka-buka dulu ke Tridge.

Tridge-2

A da dua jurus (tsaahhh istilahnya…) yang dimainkan Tridge ini, yakni KLIEN dan FINDER. Saya mencoba membahas soal Klien dulu ya. Pembahasan ini hasil saya nanya-nanya, lho, ke pengelola alias perwakilannya di Indonesia. Jadi bukan sekadr ngecap, ya… catet!

Klien itu adalah orang atau institusi bisnis yang membutuhkan koneksi bisnis, tidak hanya di dalam negeri melainkan ke luar negeri. Mereka yang mendaftar ke Tridge tidak mesti berasal dari perusahaan besar saja, perusahaan menengah, perusahaan kecil, atau bahkan perseorangan pun bisa menjadi Klien dan memanfaatkan jasa Tridge ini.

Artinya, melalui sistem yang tersedia di Tridge, baik institusi bisnis maupun pengusaha perseorangan dapat menemukan koneksi yang tepat hingga ke luar negeri. Tentu ketika berbicara koneksi atau jaringan bisnis, banyak yang akan kalah dengan perusahaan -perusahaan besar yang sudah memiliki jaringan di luar. Nah, kendala ini yang coba diatasi dengan kehadiran platform yang mulai beroperasi pada Januari 2016 ini di Indonesia.

Gaya Bisnis Baru di tridge

Klien, sekali lagi bisa institusi bisnis atau perorangan, dibuka pintu gerbang untuk menargetkan pasar baru. Misalnya, nih ya, ada pengusaha meubel berbahan kayu jati dengan kualitas oke dan ingin memasarkan ke pasar seperti Korea atau Cina, maka pengusaha itu tinggal memanfaatkan jaringan yang ada di Tridge. Atau sebaliknya, si pengusaha tersebut bisa membelu bahan baku juga dari luar.

Tridge- 5 Metode

T idak perlu lagi perjalanan bisnis ke luar negeri hanya untuk mencari koneksi. Platform B2B ini menjadi perantara untuk mempertemukan Klien dengan koneksi (disebut dengan Finder).

Soal cara, cukup mudah kok. Kalau lihat ilustrasi di atas, maka ada lima langkah yang bisa digunakan oleh Klien untuk terkoneksi dengan jaringan bisnis. Cukup melakukan investasi atau istilahnya “membeli koneksi” saja. Tridge bahkan memberikan jaminan koneksi yang ditawarkan adalah jaringan bisnis yang riil, tidak tipu-tipu, dan mendapatkan rekomendasi dari pelaku bisnis lain.

Jika tidak ingin pusing melakukan negosiasi, nah ini kelebihan di Tridge, perusahaan ini bisa menjadi perwakilan dari institusi mapun perorangan untuk melakukan tawar-menawar, deal bisnis, penasihat keputusan,  sampai pada transaksi. Klien tinggal terima jadi.

A tau… Anda punya jaringan bisnis dan mau menawarkan jaringan itu ke pihak lain sampai ke luar negeri? Nah, tunggu ya saya akan posting soal Finder dan menjelaskan a sampai z tentang ini.

Intinya adalah platform B2B Tridge ini merupakan jembatan bisnis buat mereka yang ingin ekspansi sampai ke luar negeri. Menurut saya, yang mulai coba-coba daftar, ini menjadi salah satu jurus silat yang harus dikuasai setiap pelaku bisnis agar usaha semakin berkembang.

Siapa tahu rezekinya datang dari cara ini… semakin banyak usaha, semakin banyak peluang juga terbuka bukan… boleh dikatakan bahwa ini adalah gaya bisnis baru di Tridge.

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

4 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!