Lokasi

Destinasi Wajib di Malaysia

445Views

Rasanya belum sah menginjakkan kaki di Malaysia kalau belum mengunjungi destinasi wajib di Malaysia apalagi bagi mereka yang baru pertama kali datang ke negeri jiran. Tidak hanya bangunan, tempat ibadah dan belanja saja, ada kuliner juga yang harus menjadi daftar check list kita.

Ketika mendapatkan undangan sebagai blogger untuk mengikuti media gathering ke Malaysia dari XL Jabodetabek, saya tidak berpikir panjang mengiyakan. Padahal waktu bersamaan saya ada satu agenda pertemuan blogger dan mengisi sebuah seminar serta saya sudah dua kali ke sana, namun undangan sebagai (mewakili) blogger bagi saya sangat istimewa.

“Kita jalan-jalan aja, Kang,” begitu Dwi P Nugraha selaku Corporate Communication XL Jabodetabek mengabarkan, “jalan-jalannya bareng wartawan.”

Maka, jadilah saya selama tiga hari dua malam mengikuti rombongan wartawan. Tentu jalan dengan wartawan serunya luar biasa banget. Mulai dari yang ngocol, yang sering terlambat, yang tawanya ngakak, yang kangen krupuk, atau yang mengidamkam Iphone 6.

Tapi di kesempatan ini saya belum menceritakan soal di balik layar robongan itu, apalagi ada cerita seru soal yang terakhir. Saya cuma ingin mengupas secara singkat destinasi wajib selama di Malaysia yang bisa dikunjungi jika berkesempatan berlibur ke sana.

Masjid Putra di Kawasan Putrajaya

Putrajaya merupakan pusat administrasi pemerintahan Malaysia yang menggantikan Kuala Lumpur sejak tahun 1999. Di kawasan ini ada lapangan yang menjadi objek wisata dan sekaligus mengambil foto dengan latar gedung pemerintahan (kantor perdana menteri), sungai Putrajaya, dan Masjid Putra.

Masjid Putra menjadi lokasi atau destinasi religius yang banyak dikunjungi, tidak hanya untuk pelancong muslim tetapi non-muslim pun banyak yang datang. Saya sudah menulis khusus soal Masjid Putra ini.

Menara Kembar Petronas

Ini adalah ikon utama di Malaysia. Menara kembar yang masuk dalam gedung tertinggi di dunia ini dibangun sebagai tempat atau kantor dari perusahaan minyak Malaysia yakni Petronas. Tidak hanya perkantoran saja, di dalam gedung ada semacam mall atau pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Menara yang dibangun pada 1998 ini memiliki tinggi 4,519 meter dan kedalaman fondasi mencapai 120 meter. Arsitektur menara ini mengambil ide dari Rub al-hizb, semacam lambang geometri ikon Islam. Kabarnya menara ini juga dikesankan sebagai ikon kejayaan Islam di Malaysia.

Istana Negara

Istana Negara atau King Palace merupakan kediaman resmi dari raja Malaysia. Raja Malaysia sendiri diangkat secara bergantian dari raja-raja negara federal (negara bagian) di Malaysia selama 5 tahun sekali. Istana ini berdiri pada 13 hektar dan terletak di lereng bukit Petaling Bukit menghadap ke Sungai Klang, sepanjang Jalan Syed Putra.

Memang di area istana ini wisatawan tidak diperkenankan masuk sampai ke bangunan istana, namun untuk ikon Malaysia kita bisa ber-selfie ria di lapangan menuju gerbang. Apalagi ada dua penjaga di kiri-kanan gerbang yang bisa menjadi objek menarik sekaligus objek bisu karena penjaga ini (secara protokol) tidak boleh bicara dan bergerak termasuk jika kita iseng berfoto di sampingnya.

National Monument

Jika di Indonesia ada Tugu Proklamasi,  di Malaysia ada National Monument  atau Tugu Negara yang merupakan lokasi atau ikon perjuangan rakyat Malaysia. Di patung untuk memperingati mereka yang meninggal dalam perjuangan Malaysia terutama dalam melawan pendudukan Jepang selama Perang Dunia II dan Darurat Malaya, yang berlangsung dari 1948 sampai 1960.

Monumen ini terletak di ibu kota Federal, Kuala Lumpur, di dekat Istana Negara. Jarak ke Tugu Nasional ini hanya sekitar 10-15 menit dari Istana Negara. Selain tugu dan patung yang melambangkan perjuangan rakyat Malaysia, di area Tugu Negara ini ada taman yang bisa digunakan untuk beristirahat.

Batu Caves

Batu Caves merupakan salah satu ikon yang sedang naik daun untuk destinasi wisata di Malaysia. Komplek perpaduan gua kapur dan kuil Hindu yang menakjubkan ini berada di kawasan komplek bukit kapur Gombak, sekitar 13km dari Kuala Lumpur.

Ada tiga buah gua utama di sana, namun yang paling besar, paling megah dan paling populer adalah Gua Kuil yang merupakan tempat untuk memuja Dewa Murugan. Untuk menuju ke atas, kita harus melalui 272 anak tangga. Awalnya tangga ini dibuat dari kayu ketika pertama kali di bangun pada tahun 1920-an.

Royal Selangor

Ini merupakan pabrik timah (pewter factory) terbesar di Malaysia. Pabrik yang beroperasi sejak tahun 1885 juka menyediakan hiasan sekaligus perabot dari bahan timah bahkan ada ruang pameran yang salah satu koleksiny adalah piala Formula 1 yang diselenggarakan di sirkuit yang ada di Malaysia.

Di depan pabrik, ada semacam teko besar dari bahan timah. Teko ini Tingginya sekitar 1,98 meter dengan berat 1667 kilogram atau sekitar 1.53 ton. Teko atau tankard ini resmi masuk dalam Guinness World Records pada tahun 1987.

Nasi Kandahar

Nah, ini dia kuliner yang mesti didatangi ketika mengunjungi Malaysia.  Pelita Nasi Kandar yang dikelola oleh Pelita Samudera Pertama (M) SDN BHD ini terletak di Jalan Ampang No 149. Kedai makan ini, ketika saya dan rombongan datang di jam makan siang, ramai di datangi pengunjung bahkan antriannya sampai keluar gedung.

Nasi kandar, nasi briyani, roti cane, roti bom, roti jantan, nasi lemak, gulai ikan, dan teh tarik merupakan menu-menu andalan yang mengundang selera. Soal harga? Dengan rasa yang sesuai selera (lidah Indonesia), meski untuk beberapa menu bumbunya terkesan berani dan khas, harga yang dibayarkan lumayan murah, kok.

Cokelat di Matic

Kuliner atau lebih tepatnya oleh-oleh yang patut dibawa ke Indonesia dalah cokelat. Nah, salah satu lokasi yang harus dikunjugi adalah area di Malaysia Tourism Center atau Matic yang lokasinya tidak jauh dari Menara Kembar Petronas.

DI Matic ini ada pabrik atau toko cokelat Cocoa Boutique yang menjual cokelat dengan kelas premium. Meski harganya lumayan mahal dan dikemas dengan cukup apik, namun kualitas cokelat yang ditawarkan rasanya sebanding.

Itu adalah destinasi yang menjadi tujuan utama ketika datang atau menjadi destinasi wajib selama di Malaysia. Sebenarnya ada destinasi lain untuk berburu merchandise  seperti Pasar Sentral, China Town, Sungai Wang dan sebagainya, namun destinasi-destinasi di atas merupakan ikon wisata Malaysia yang wajib di Kunjungi.

Secara lebih detail, saya akan mengurai setiap destinasi di posting-an selanjutnya.

 

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

21 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!