Akomodasi

Cozy, Penginapan yang Homey di Malang

Tampak depan
343Views

Masih pagi sekali saya sampai di Malang. Saya memang sangat menyenangi naik pesawat yang terbang pertama atau di paling pagi/subuh karena bisa membayar tidur karena biasanya saya suka terjaga di malam hari setelah mengerjakan satu dua pe er yang tertunda. Selain itu juga penerbangan ke kota ini hanya sampai sekitar jam tiga atau empat sore saja. Lokasi Malang yang berada di antara perbukitan dan gunung menyebabkan kabut yang memang sering turun jelang sore.

Saya belum melakukan booking terhadap penginapan satu pun. Pikiran saya mumpung saya di Malang saya bisa memilih penginapan sambil jalan-jalan. Tapi, di sinilah letak kesalahan saya sebagai blogger yang suka jalan-jalan. Saya lupa bahwa di bulan ini banyak mahasiswa baru yang bersiap masuk kuliah. Di Malang ada universitas besar seperti Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, UIN Malang, dan juga Universitas Muhamamdiyah Malang.

Maka selama setengah jam berada di jalur utama, maksudnya jalur yang deket Malang Town Square alias Matos, saya tidak menjumpai kamar yang kosong. Bahkan sebuah penginapan yang dikelola oleh salah satu SMK Negeri pun ludes. Ternyata lokasi itu di kelilingi oleh kampus-kampus.

Maka, bingunglah saya. Sebagai orang yang baru menginjakkan kakinya di kota yang terkenal dengan Apel Malang-nya ini saya harus mendapatkan penginapan sesegera mungkin. Apalagi acara yang akan saya ikuti jelang makan siang akan segera dimulai.

Berbekal telepon genggam saya ‘berkoordinasi’ dengan teman yang pernah ke Malang. Dan ia langsung menyebutkan Cozy.

Cozy?

Saya pun langsung naik angkot dan hanya membayar tiga ribu rupiah untuk sampai di Cozy. Letaknya tidak jauh dari Matos sekitar 10 menit kalau tidak macet.

Lokasinya bagi saya lumayan ok. Dekat dengan apotik, toko roti, rumah makan, dan tak berapa jauh ada minimarket. Ornamen khas Jawa seperti patung salah satu punakawan langsung menyambut saya di pintu masuk menuju meja reservasi. Jujur saya rada deg-degan karena dengan pengalaman tadi dan banyaknya mahasiswa baru, saya yakin banyak yang dari luar kota Malang, membuat penginapan menjadi laris manis.

“Ada. Tinggal satu kamar yang deluxe.” Kalimat itu menenangkan saya. Alhamdulillah….

Guest House Cozy atau saya lebih senang menyingkatnya dengan Cozy  bagi saya merupakan tempat pilihan menginap di Kota Malang yang terletak di Jalan TGP No 8 atau Jalan Ringgit. Penginapan ini memang tidak persih berada di jalan utama tetapi saya harus berjalan kaki menuju lokasi sekitar 25 meter. Bukan berarti Cozy tidak dikenal, beberapa orang yang saya tanya di seputaran lokasi langsung bisa menunjukkan di mana letak penginapan yang mempromosikan dirinya sebagai hunian nyaman, bersih dan homey dengan fasilitas mewah ini.

Soal nyaman dan bersih sepertinya sudah menjadi prasyarat utama untuk sebuah tenpat penginapan entah itu hotel, motel, wisma atau guest house. Di Cozy saya sebenarnya mendapatkan tambahan kata “sehat”. Mengapa? Karena kasur-kasur yang dipergunakan di Cozy semuanya adalah orthopedic bed. Jadi, buat mereka yang baru saja melalui perjalanan jauh akan terasa nyaman berbaring di atasnya. Tidak hanya itu, di kamar mandinya ada shower yang juga sehat karena menggunakan vitamin c spa shower. Bagi saya ini adalah nilai plus dari Cozy.

Nah, yang lebih saya terkesan lagi adalah homey-nya itu loh. Sekilas dari depan saya, dan mungkin siapapun akan mengira bahwa Cozy adalah rumah yang disulap menjadi penginapan. Tidak sepenuhnya salah, menurut informasi yang saya dapat memang sebelumnya ini adalah rumah yang dimodifikasi menjadi penginapan. Namun, beberapa furniture, hiasan dinding, dan arsitektur dari bangunannya membuat saya seperti berada di rumah.

Ada banyak kursi-kursi dari jati yang berukir dan bertekstur halus mulai dari ruang tamu, ruang terbuka di antara rumah utama dan bangunan kamar-kamar tiga lantainya, dan juga ruang makan. Buat mereka yang ingin menerima tamu dalam jumlah di atas dua orang, rasanya duduk duduk di luar kamar bisa menjadi pilihan. Kursi-kursi itu juga ada di depan setiap kamar dan menjadi pilihan untuk bersantai di kala pagi atau sore.

cozy3

Salah satu spot yang saya suka adalah duduk di depan kamar. Kebetulan kamar yang saya sewa berada di lantai satu dan tepat di depannya ada kolam ikan yang sepertinya memisahkan bangunan utama dengan bangunan tambahan itu. Dengan suasana kebisingan yang nyaris tidak ada selain para tamu yang sedang ngobrol, duduk di lantai sambil menikmati ikan-ikan yang berenang dengan tenang bisa membawa pikiran sedikit tenang.

Soal harga? Jangan khawatir, harga yang ditawarkan cukup setimpal dengan fasilitas yang ditawarkan, kok. Tapi jangan sampai kehabisan kamar karena Cozy hanya menyediakan 14 kamar saja. Kamar-kama itu terdiri dari 11 kamar deluxe, 2 kamar junior suite, dan hanya 1 kamar suite.

Harganya? Dari Deluxe seharga Rp500.000, Junior Suite seharga Rp600.000 dan Suite dipatok dengan harga Rp700.000. Tidak ada perbedaan mencolok soal fasilitas di antara kamar tersebut selain besarnya TV yang disediakan, kulkas, maupun sofa bed maupun maupn complimentary mini bar yang ada. Hanya saja untuk Suite disediakan pintu khusus langsung ke keluar atau parkiran tidak melalui pintu utama. Juga, luas ruangnya cukup besar untuk membawa satu keluarga kecil. Hanya saja kamar ini cuma ada satu.

Kalau diberi penilaian dari 0 sampai 10, untuk sebuah guest house yang pernah saya gunakan di berbagai kota Cozy bolehlah di kasih nilai 8,5.

Buat yang mau datang, saya menyarankan untuk melakukan booking terlebih dahulu baik melalui telepon atau melalui aplikasi travel seperti Traveloka, Pegi Pegi dan sebagainya.

Penasaran dengan penampakan Cozy? Ini beberapa foto yang sempat saya ambil dan kalau belum cukup langsung saja klik ke http://guesthousecozy.com

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

6 Comments

Leave a Reply

error: Konten ini terproteksi untuk dikopi