Minat & Hobi

Broadcasting Class di JIC

280Views

Alhamdulillah, saya berkesempatan berbagi pengetahuan tentang menulis kreatif bagi jurnalis di  akhir pekan (Minggu, 22/11/205) lalu. Para pesertanya merupakan bagian dari para peserta Jakarta Islamic Centre (JIC) Broadcast School.

“Yang daftar ratusan dan yang tersaring sampai saat ini tinggal 70-an orang,” jelas Kang Ade yang dalam acara ini menjadi penghubung antara saya dengan JIC. Kang Ade yang memiliki nama lengkap Ade Suhandi ini sebenarnya multitalenta banget, mulai dari penyelenggara (bahasa kerennya EO), kameramen di lokasi, sampai pada menyiapkan segala sesuatunya.

“Ok saya hanya bisa hari Minggu, kalau Sabtu akan diisi oleh rekan saya ya.” Sebenarnya jatah waktu saya selama dua hari, namun karena ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan akhirnya saya hanya bisa memilih di penghujung pekan.

“O gak apa-apa, Kang,” jawab Kang Ade melalui pesan singkat.

“Siapin kertas satu rim dan spidol ya,” balas saya, “untuk materi dan perangkat pelatihan.”

Di hari-H saya datang lebih pagi. Sengaja memang, karena selain menyiapkan materi pelatihan agar lebih oke dan penuh dengan visual serta tak lupa diselipkan film singkat juga untuk antisipasi kendala yang bisa muncul. Ini kebiasaan saya kalau menjadi fasilitator di sebuah acara.

Radio JIC sendiri didirikan oleh Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta, atau yang lebih dikenal dengan Jakarta Islamic Centre. Radio yang memancar di frekuensi 107.7 FM ini memiliki visi sejalan dengan visi JIC menjadi Pusat Peradaban Islam, eksistensi Radio JIC diidealkan dapat menjadi suara peradaban Islam.

O ya, sebenarnya ini yang kedua kalinya saya datang ke lokasi ini. Sebelumnya pada tahun lalu saya juga diundang untuk membincangkan kurikulum atau materi untuk JIC Broadcast School.

“Ini Kang Arul, silabus untuk JIC Broadcast School-nya sudah jadi,” Dipo Khaiul Islami selaku Manajer Produksi Radio JIC menyerahkan satu buah buku kepada saya.

Saya menerimanya dengan semangat, “Wah, keren,” kata saya sambil membuka-buka lembaran buku kumpulan materi dan silabus itu.

Tepat pukul satu siang, saya memulai pelatihan di Ruang Audio Visual JIC, Sabtu 21 November 2015. Materi yang saya berikan sebenarnya sangat sederhana, yakni menjadi wartawan, penyiar radio, bahkan anchor di televisi pun sebenarnya memerlukan kecerdasan untuk berpikir cepat dan berkreasi.

Salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan itu melalui menulis kreatif. Maka selama pelatihan saya memberikan materi tentang bagaimana menentukan topik atau sudut pandang (dalam jurnalisme bisa disebut sebagai pasak berita) dalam waktu yang cepat. Karena di lapangan momentum itu kadang berlangsung dengan cepat pula.

Materi-JIC

Tepat pukul empat sore pelatihan berakhir.

Ada kesan yang saya dapatkan dari pelatihan ini bahwa belajar memang tidak mengenal usia. Sesi kuliah di JIC Broadcast School kemarin itu juga diikuti oleh berbagai kalangan dari berbagai usia, profesi, dan bahkan organisasi.

Saya berharap sedikit ilmu yang disebarkan semoga bisa memberikan manfaat. Semoga.

Yang mau datang dan silaturahim ke Radio JIC, ini dia alamatnya:

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (Jakarta Islamic Centre)
Radio Jakarta Islamic Centre FM
Izin Frekuensi : 372 / 1.817.3 (FM) dan 10703 / -1.817 (AM)
Transmition : 3.000 watt FM dan 1000 watt AM
Service Area : Jakarta, Bogor, Bekasi dan Karawang
Alamat : Jl. Kramat Jaya, Tugu, Koja, Jakarta Utara 14260
Telp./Fax. (021) 448.36.844 # SMS 0858.107.7.1080
www.radio.islamic-center.or.id

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

6 Comments

  • Jakarta Utara, 22 November 2015

    Dalam kesempatan ini, saya mau sharing tentang pengalaman saya menghadiri kelas broadcast di JIC Broadcast School. Pagi hari saat bangun tidur, badan terasa sangat mager alias malas gerak, semacam bahasa gaul anak muda yang sedang trend digunakan saat ini. Saya bangun pukul 05.00 WIB, namun ranjang seakan menarik tubuh saya agar tetap tinggal disana. Setelah pukul 08.00 WIB saya baru bangkit dari tempat tidur dan segera bersiap karena ka Azkia akan datang. Ka Azkia adalah teman saya di JIC Broadcast School, kami sudah saling mengenal cukup lama. Hari ini kami akan bermain boneka beruang pooh yang gembul dan menggemaskan di rumah saya.

    Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB. Siang ini saya akan menghadiri kelas broadcast di Jakarta Islamic Center yang di selenggarakan oleh Radio JIC. Saya segera bergegas untuk mandi dan makan siang agar tidak terlambat datang kesana. Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit dengan menggunakan sepeda motor ditengah teriknya mataharI, dihiasi debu di sepanjang jalan Kelapa Gading hingga Pegangsaan akhirnya saya sampai di Ruang Audio Visual JIC. Ternyata pemateri hari ini adalah Bapak Ruly Nasrullah lulusan S3 Kajian Budaya dan Media di Universitas Gadjah Mada yang sekarang aktif sebagai Dosen, Writerpreneur, Konsultan Media, sekaligus menjadi Direktur Lembaga Pengembangan Studi dan Informasi (LPSI). Sosok yang biasa disapa Kang Arul ini ternyata juga seorang penulis yang telah menghasilkan karya lebih dari 100 buku. Hari ini beliau menjadi pemateri di JIC Broadcast School dengan tema Menulis Itu Mudah. Acara yang dibawakan oleh Kang Arul sangat luar biasa. Beliau membawakan materi tidak hanya dengan teori, namun juga dengan praktek menulis selama 2 jam yang dibawakan dengan sangat unik dan menarik. Jika diibaratkan seperti warna kuning yang membawa keceriaan sehingga audience tidak merasa bosan. Kesan yang saya dapat dari mengikuti pelatihan ini adalah adanya keingginan untuk berani mencoba dan tidak takut untuk mulai menulis. Namun, tidak sekadar mencoba, melainkan harus bisa berpikir cepat dan kreatif untuk menghasilkan karya yang luar biasa dan diingat sepanjang masa.

    Acara selesai pukul 17.00 dan saya pun merasa lapar. Setelah pulang dari acara ini saya akan makan dengan lahap. Selama di perjalanan terbayang ayam goreng kremes buatan mamah yang melayang-layang di udara. Saya akan mengamalkan ilmu menulis yang sudah saya dapat dari Kang Arul. “Menulis itu mudah, cukup berpikir kreatif dan catat 8 kata kunci lalu kembangkan” .Terima kasih kang Arul, tunggu karya-karya saya yang akan mengguncang dunia. 😀

    [email protected]

  • Jakarta Utara, 22 November 2015

    Dalam kesempatan ini, saya mau sharing tentang pengalaman saya menghadiri kelas broadcast di JIC Broadcast School. Pagi hari saat bangun tidur, badan terasa sangat mager alias malas gerak, semacam bahasa gaul anak muda yang sedang trend digunakan saat ini. Saya bangun pukul 05.00 WIB, namun ranjang seakan menarik tubuh saya agar tetap tinggal disana. Setelah pukul 08.00 WIB saya baru bangkit dari tempat tidur dan segera bersiap karena ka Azkia akan datang. Ka Azkia adalah teman saya di JIC Broadcast School, kami sudah saling mengenal cukup lama. Hari ini kami akan bermain boneka beruang pooh yang gembul dan menggemaskan di rumah saya.

    Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB. Siang ini saya akan menghadiri kelas broadcast di Jakarta Islamic Center yang di selenggarakan oleh Radio JIC. Saya segera bergegas untuk mandi dan makan siang agar tidak terlambat datang kesana. Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit dengan menggunakan sepeda motor ditengah teriknya mataharI, dihiasi debu di sepanjang jalan Kelapa Gading hingga Pegangsaan akhirnya saya sampai di Ruang Audio Visual JIC. Ternyata pemateri hari ini adalah Bapak Ruly Nasrullah lulusan S3 Kajian Budaya dan Media di Universitas Gadjah Mada yang sekarang aktif sebagai Dosen, Writerpreneur, Konsultan Media, sekaligus menjadi Direktur Lembaga Pengembangan Studi dan Informasi (LPSI). Sosok yang biasa disapa Kang Arul ini ternyata juga seorang penulis yang telah menghasilkan karya lebih dari 100 buku. Hari ini beliau menjadi pemateri di JIC Broadcast School dengan tema Menulis Itu Mudah. Acara yang dibawakan oleh Kang Arul sangat luar biasa. Beliau membawakan materi tidak hanya dengan teori, namun juga dengan praktek menulis selama 2 jam yang dibawakan dengan sangat unik dan menarik. Jika diibaratkan seperti warna kuning yang membawa keceriaan sehingga audience tidak merasa bosan. Kesan yang saya dapat dari mengikuti pelatihan ini adalah adanya keingginan untuk berani mencoba dan tidak takut untuk mulai menulis. Namun, tidak sekadar mencoba, melainkan harus bisa berpikir cepat dan kreatif untuk menghasilkan karya yang luar biasa dan diingat sepanjang masa.

    Acara selesai pukul 17.00 dan saya pun merasa lapar. Setelah pulang dari acara ini saya akan makan dengan lahap. Selama di perjalanan terbayang ayam goreng kremes buatan mamah yang melayang-layang di udara. Saya akan mengamalkan ilmu menulis yang sudah saya dapat dari Kang Arul. “Menulis itu mudah, cukup berpikir kreatif dan catat 8 kata kunci lalu kembangkan” .Terima kasih kang Arul, tunggu karya-karya saya yang akan mengguncang dunia. 😀

  • wah ……….kang arul makasih atas kemarin materinya yg diberikan sangat luar biasa…..

Leave a Reply

error: Content is protected !!