Bisnis & Produk

Biskuit pertama anak-anakku

1.17KViews

 Saya mungkin yang paling sibuk sebagai seorang ayah di rumah. Soal makanan, saya memastikan anak-anak di rumah mendapatkan makanan bergizi. Malah sejak mereka bayi dan balita saya adalah orang yang bersemangat belanja makanan untuk mereka.

Saya mungkin di lahirkan dari keluarga pegawai negeri di Jakarta. Sebagai anak dari keluarga abdi negara dan dengan gaji yang di tahun 70-80-an rasanya pas-pasan sekali, saya bersyukur bahwa dapat menikmati hidup yang dicukup-cukupkan. Artinya, mau makan ya cukuplah dengan lauk pauk seadanya…

Bukan berarti saya kekurangan gizi. Ayah dan ibu saya adalah pribadi hebat yang selalu menyediakan 4 sehat dan 5 sempurna di meja makan. Soal jajanan pun saya masih ingat betul, rasanya sejak kecil saya selalu mendapatkan cemilan yang cukup. Salah satu yang saya ingat adalah krupuk wana putih yang kalo beli mesti ngambil di kaleng berkaca. 🙂 O ya, tentu juga biskuit.

Kebutuhan-gizi

Nah, sejak menjadi ayah untuk putra-putri saya, yang paling kecil berusia 2 tahunan, saya memastikan bahwa cemilan anak-anak saya juga bisa tercukupi. Tidak hanya krupuk yang menjadi makanan favorit keluarga saya saat ini, namun cemilan lain yang tentunya menambah energi dan juga tumbuh kembang anak.

Mengapa perlu diberikan makanan tambahan? ASI merupakan sumber nutrisi bagi bayi. Kandungan kolostrum dalam ASI serta kandungan antibodi alaminya bermanfaat dalam menunjang tumbuh kembang bayi serta membantu mencegah infeksi dan gangguan kesehatan lainnya. Idealnya, ASI diberikan secara eksklusif hingga bayi berusia enam bulan tanpa makanan tambahan. Setelah itu, biasanya nutrisi dan energi yang dikandung oleh ASI sudah tidak lagi mencukupi, sehingga 1ST BITE DAY atau MOMEN MAKAN PERTAMA Si Kecil dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang seimbang dan bergizi, berperan penting bagi tumbuh kembangnya.

Karena itu, meski anak-anak saya mendapatkan asupan ASI yang tak terputus selama 2 tahun sebelum disapih, saya dan ibunya anak-anak juga menyiapkan makanan tambahan untuk mereka.

ilustrasi-anak-makan-biskuit

Milna adalah satu-satunya produk yang saya beli sejak anak pertama. Mulai dari bubur sampai biskuitnya dengan berbagai varian. Mengapa? Selain karena ini seperti tradisi turun-temurun, kandungannya juga memberikan keyakinan saya sebagai ayah untuk kesehatan anak-anak saya.

Salah satu produk yang sampai detik ini rutin tersedia di rumah, tentunya saya yang paling senang belanja, adalah biskuit. Salah satunya yang sejak beberapa bulan ini saya coba adalah Milna Toddler Biskuit yang memiliki varian rasa keju dan cokelat. Uniknya, dua anak saya yang masih balita masing-masing punya kesukaan rasa biskuit; yang penutup  bungsu suka rasa keju dan yang paling kecil rasa cokelat.
Biskuit Milna

Selain karena biskuit ini enak dimulut, mengandung banyak gizi, juga di kotaknya ada gambar binatang yang bisa digunting dan jadi mainan anak-anak. Ya, dasar anak-anak, kalau saya beli biskuit yang diminta dahulu adalah guntingan binatang seperti gajah, monyet, kuda nil atau kangguru.

Tapi beneran loh, sebelum membeli cemilan atau makanan tambahan buat anak kita sebagai orang tua harus waspada dan jeli melihat kandungan di dalamnya. Di luaran memang banyak biskuit yang dijual murah, tetapi menentukan pilihan pada satu produk yang sudah terjamin kandungannya–dan juga kehalalannya–bagi saya ini tidak bisa ditawar lagi.

Dalam Milna Toddler Biskuit keunggulannya adalah: 1) mengandung DHA    yang berguna untuk perkembangan otak dan retina mata, 2) mengandung Prebiotik Inulin  untuk menjaga kesehatan saluran cerna sehingga bagus ditambahkan dalam makanan bayi, 3) terdapat  Kalsium susu & Vit D berguna untuk membantu pertumbuhan tulang dan gigi, 4) ada Zat besi   untuk pembentukan sel darah merah, 5) Vitamin C & E  yang meningkatkan daya tahan tubuh sehingga bayi sehat serta 6) ada 11 Vitamin & 6 Mineral lainnya untuk menunjang perkembangan bayi optimal.

Tidak hanya itu, tekstur biskuitnya sangat lembut berpori. Tekstur ini memudahkan larut di mulut balita sehingga ketika memakannya dijamin si kecil tidak akan tersedak.

Ilustrasi-Manfaat-Biskuit

O ya dalam 3 (tiga)  Keping Milna Biskuit Toddler setara nilainya dengan energi 1 gelas susu (100 Kkal). Nah, kalau   6 (enam) Keping Milna Biskuit Toddler setara nilainya dengan kalsium 1 gelas susu (280 mg). Tentu saja kandungan ini memberikan jaminan tambahan gizi bagi anak-anak saya.

Kekurangan gizi tentu saya dan bundanya anak-anak sangat perhatian sekali. Kami sebagai orang tua di rumah tidak ingin anak-anak tidak mendapatkan asupan gizi yang layak dan sebagai orang beragama menyediakan makanan yang begizi adalah bagian dari ibadah.

Bagaimana tidak harus diperhatikan lebih…  berdasarkan data dari WHO 2014, Indonesia menempati urutan ke-17 dari 117 negara dengan prevalensi wasting (perawakan kurus) dan stunting (perawakan pendek) yang tinggi pada balita. Dalam data yang lebih rinci, ada sekitar 14% balita wasting, dan balita stunting mencapai proporsi tertinggi yaitu 35%. Selain jumlahnya yang cukup tinggi di Indonesia, balita stunting menggambarkan kejadian kurang gizi yang dampaknya bukan hanya secara fisik, tetapi justru pada fungsi kognitif.

Nah, buat yang punya balita atau yang akan… coba deh dipertimbangkan dan langsung diputuskan untuk menyediakan biskuit ini. Biskuit pertama anak-anakku nantinya…

Produk yang ditampilkan di blog ini disponsori oleh:

Logo-Milna-blog

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

13 Comments

Leave a Reply

error: Konten ini terproteksi untuk dikopi