CatatanJalan

Mencari Teman Perjalanan

Teman perjalanan bukan sekadar mereka yang menemanimu dalam mencari pengalaman selama di perjalanan saja...

Betul kata banyak orang, terutama ada pepatah bijak, yang mengingatkan bahwa untuk mengetahui bagaimana sejatinya seorang sahabat atau teman itu lihatlah saat kita berada dalam keadaan susah atau miskin.

Nah, saya mungkin juga beberapa orang pernah punya pengalaman soal pertemanan yang dilandasi oleh “kepentingan” ini. Saat kita sedang kaya, di atas, atau memiliki posisi akan banyak orang yang mengaku sebagai teman dan mulai mendekat. Beragam ungkapan, pujian, bahkan perhatian diberikan.

Sayangnya, ketika posisi tidak menguntungkan, maka satu demi satu mulai berguguran. Ibarat kata habis manis sepah pun dibuang.

Sebelum terkena hal di atas, ada baiknya kita melakukan perjalanan dulu dengan “teman-teman”.

Mengapa perjalanan? Sebab, ada juga yang menyatakan kalau dengan melakukan perjalanan kita akan mengetahui bagaimana sebenarnya sifat atau sikap asli yang bersangkutan.

Ada yang bilang perjalanan selama tiga hari saja sudah cukup membuka mata kita soal bagaimana sebenarnya keaslian seseorang. Apakah ia menjadi sahabat atau sebaliknya musuh dalam selimut.

Kebetulan sebagai blogger saya diundang untuk mengikuti Media Gathering XL Jabo bareng wartawan dan blogger ke Malaysia dan Singapura pada 29-31 Oktober 2018 kemarin.

 

 

Selama waktu itu saya dan rekan-rekan lainnya diajak mengeksplorasi beragam sudut kota di dua negara tetangga tersebut. Mulai dari lokasi kulineran, belanja oleh-oleh, sampai ikon-ikon kota yang “mesti foto di sana” itu.

Dari semua pengalaman itu saya mengetahui sifat asli teman perjalanan.

Satu kesimpulan pasti adalah “mereka buas di meja makan”. So, sopan wajib tapi nahan diri bersama mereka yang kelaperan rasanya adalah keputusan yang salah, deh.

Enam atau tujuh menu yang disajukan satu demi satu tak sampai setengah menit sudah berpindah ke piring masing-masing. Gak ada tuh lihat-lihat sebagai observasi mau makan yang mana. Sekali ditaruh di meja, langsung embat….

Nah, kalau soal yang menemani saat browsing banyak hal di telepon genggam di luar negeri, sinyal gak putus dan gak ngeresein saat update foto-foto keren di akun medsos…. ini ada satu benda yang boleh dimiliki. Langsung konek loh di 10 negara…

Ulasan lengkapnya di unggahan konten berikutnya ya

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

1 Comment

Leave a Reply

error: Content is protected !!