Tips

Membuat Infografis di Blog

Infografis?

Mungkin banyak blogger yang sudah tahu apa itu infografis atau dalam bahasa asingnya infographic. Setidaknya ada di antara blogger yang pernah melihat di blog atau web tertentu. Atau pernah juga lihat di media cetak seperti koran dan majalah?

Sebelum saya membahas soal infografis dan bagaimana kekuatannya mendukung konten blog, saya lampirkan berikut ini sebuah infografis tentang lima jenis blogger berikut ini:


Blogging

Bagaimana pendapat Anda setelah membaca infografis di atas?

Jika dibandingkan dengan memakai tulisan teks sebagai konten blog, bisa jadi gambar di atas akan diuraikan lebih dari 10 paragraf. Tentu lebih panjang daripada menggunakan infografis.

Secara sederhana saya boleh mengatakan bahwa tampilan infografis memberikan informasi melalui grafis (statistik, gambar, ilustrasi, dan sebagainya) yang memudahkan pembaca blog memahami apa yang disampaikan. Infografis ini pada dasarnya merangkum data-data yang secara statistik biasanya sedikit membingungkan menjadi tampilan data yang mudah dibaca.

Dibandingkan dengan teks dalam konten blog, misalnya masih menjelaskan tentang lima tipe blog seperti infografis di atas, penjelasan-penjelasan yang ditulis oleh blogger seringkali terlalu panjang. Juga, ada kebiasaan bahwa pembaca blog seringkali tidak memiliki waktu yang panjang, membaca di tengah kesibukan kerja, atau sampai melihat-lihat kala berhimpitan di KRL atau busway.

Beberapa manfaat dari infografis pada konten blog antara lain:

  • Kesimpulan dalam bentuk grafis dari konten blog
  • Memudahkan pembaca blog mengetahui dengan mudah serta cepat topik yang ada di konten blog
  • Alternatif keberagaman tampilan konten yang tidak sekadar teks,maupun  foto atau video.
  • Secara visual, infografis yang penuh dengan warna akan mempercantik dan membuat tampilan blog menjadi lebih eye catching.

Sebenarnya apa infografis itu? Lalu, manfaat apa yang didapatkan ketika sebuah konten blog meuat infografis?

Secara definisi, infografis sebagai sebuah kata dasar belum saya temukan di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Padanan yang tepat dalam menjelaskan kata ini ada di kata “grafis“, yaitu:

grafis/gra·fis/ a 1 bersifat graf; bersifat huruf; dilambangkan dengan huruf; 2 bersifat matematika, statistika, dan sebagainya dalam wujud titik-titik, garis-garis, atau bidang-bidang yang secara visual dapat menjelaskan hubungan yang ingin disajikan secara terbaik tentang penyajian hasil penghitungan; bersifat grafik

Namun, menurut Kamus Oxford, infographic diartikan sebagai imej visual seperti chart atau diagram yang digunakan untuk merepresentasikan informasi atau data.

Infografis

Mengutip buku Erik Du Plessis dalam The Advertised Mind, dijelaskan bahwa praktik periklanan semestinya mempertimbangkan bagaimana otak (calon) konsumen melihat sebuah iklan. Oleh karena itu, iklan yang baik tidak sekadar mudah diingat atau secara visual indah dilihat, tetapi mampu memunculkan (pilihan) rasional dan juga emosi yang pada akhirnya akan membentuk hubungan antara (calon) konsumen dengan brand.

Pilihan rasional dan emosional itu, masih menurut Du Plessis, berada dalam kerangka kerja otak dan bagaimana rangsangan visual (teks, video, maupun auido) diterjemahkan melalui syaraf-syaraf otak. Menjadi pertimbangan cukup berat untuk bisa menghasilkan iklan yang memiliki kesan mendalam pada (rasio dan emosi) konsumen. Karena iklan yang baik tidak memerlukan waktu yang lama untuk dipahami oleh konsumen.

Konteks ini saya bawa ke dalam blog. Sebuah tampilan blog yang menarik dengan adanya infografis di dalamnya akan memberikan informasi melalui syaraf-syaraf pembaca blog. Informasi tersebut, yang disajikan dengan penuh warna dan ilustrasi, akan memunculkan pilihan rasional dan kedekatan emosi dengan blog yang dibacanya.

Kutipan-Emosi

Tentu membuat sebuah tulisan diblog tidaklah mudah bagi seorang blogger yang serius. Anda, blogger, bisa saja melakukan kopi-tempel (copy-paste) dari konten lain, tetapi akan ada risiko dari perbuatan ini. Blog yang tidak terindeks di mesin pencari atau kunjungan blog yang menurun gara-gara reputasi ‘pencuri’ konten. Tak terindeks mungkin sederhana saja, tapi kalau reputasi sebagai blogger sudah tercoreng… Anda bisa berimajinasi sendiri apa-apa yang mungkin dan akan terjadi pada blogger tersebut.

Oleh karena itu, kedekatan rasional dan emosi ini bagi saya harus seimbang dari sebuah blog. Pembaca tidak hanya bisa berkata “o, saya dapat informasi berharga dari blog itu” saja, akan tetapi juga bisa berkata “wah, kalau buka internet saya harus baca blog itu lagi”. Di sinilah peran kreativitas, imajinasi, dan usaha keras dalam menampilkan blog yang berbeda dengan blog lain.

Infografis adalah salah satu pilihan untuk menampilkan blog yang berbeda secara (tampilan) konten.

Secara sederhana,  infografis terbagi atas:

  1. Infografis statistik (statistical infographics)
  2. Infografis waktu (timeline infographics)
  3. Infografis proses (process infographics)
  4. Infografis informasi (informational infographics)
  5. Infografis geografi (geographic infographics)
  6. nfografis perbandingan (compare/contrast infographics)
  7. Infografis hirarki/susunan (hierarchical infographics)
  8. Infografis hasil riset (research-based infographics)
  9. Infografis kata dan konsep (word cloud infographics)

Jika melihat model tampilan infografis, maka terbagi menjadi infografis statis dan infografis yang interaktif (interactive infographics). Infografis statis adalah infografis yang dibuat dengan pola dua dimensi dan si dan flat sebagaimana layaknya infografis yang ada.

Infografis interaktif dibuat dengan menggunakan teknologi (bahasa) internet yang akan tampil di web atau blog secara hidup (live), beberapa ikon dalam infografis bisa di-klik untuk menampilkan data lanjutan, bahkan data yang muncul selalu diperbaharui.

Berikut tampilan salah satu contoh dari infografis yang interaktif:


Klik gambar untuk melihat tampilan infografis yang lebih interaktif (via Simply Business).

Menurut perusahaan pemasaran internet Hubspot yang telah beroperasi sejak tahun 2006 dan memiliki kantor perwakilan di Singapura ini ada beberapa kesalahan awal tentang penggunaan infografis dalam web atau blog. Pertama, blog langsung menyajikan data infografis. Semestinya cerita di balik infografis itu yang harus didahulukan karena  sifat blog adalah jurnal pribadi online.

Meski keberadaan infografis mampu memberikan semacam penyegaran visual dan alternatif sebuah konten blog, namun tetap saja tujuan utama pembaca mendatangi blog adalah ingin melihat (membaca) apa yang terjadi dengan blogger tersebut.

Berdasarkan pengamatan saya selaku peneliti di media sosial, saya melihat ada beberapa tambahan kesalahan atau kekeliruan persepsi tentang penggunaan infografis. Beberapa kesalahan soal penggunaan infografis di blog antara lainnya adalah:

Kedua, infografis bukanlah gudang di mana semua data maupun informasi dijejali. Infografis yang baik hanya memuat data-data paling penting untuk diketahui pembaca blog dan biarkan pembaca mencari data tambahan dengan menelusuri konten di blog tersebut.

Ketiga, semakin panjang infografis bukan berarti semakin baik. Ukuran infografis yang panjang bahkan lebih panjang dari sebuah konten teks blog akan mempengaruhi minat pembaca. Jika infigrafis memang tidak bisa dihindari terlalu panjang, maka bagilah ke dalam beberapa cluster dan setiap potongan ilustrasi cluster infografis tersebut disematkan di antara teks.

Keempat, memuat infografis harus mempertimbangkan waktu loading imej atau ilustrasi foto. Sebuah infografis yang memerlukan waktu dan kilobyte data tang besar bisa menyebabkan pembaca meninggalkan blog gara-gara infografis yang lama muncul.

Beberapa konten di blog www.dosengalau.com ada yang saya sematkan infografis di dalamnya. Infografis itu saya buat dengan perangkat lunak pengolah foto seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator dan Corel Draw. Kebetulsan saya sedikit-sedikit bisa menggunakan ketiga perangkat lunak tersebut. Sementara gambar, ilustrasi atau foto banyak saya gunakan dari situs-situs yang secara gratis (melepas hak cipta secara ekonomis) yang mudah dijumpai di internet.

Bagi yang merasa tidak atau belum  bisa mengunakan perangkat lunak pengolah foto tersebut, ada beberapa aplikasi di android yang bisa digunakan untuk membuat infografis. Juga, bahkan ada situs yang menyediakan secara sederhana dengan langkah-langkah yang sangat mudah bagi blogger yang ingin membuat infografis.

Di konten berikutnya saya akan membuat langkah atau panduan membuat infografis. Bahkan saya akan membuat semacam tutorial sederhana yang khusus membahas salah satu web  layanan pembuatan infografis yang bisa dikerjakan oleh blogger.

Sumber:

Du Plessis, Erik (2005). The Advertising Mind. London: Millward Brown and Kogan Page Limited.

Kusrianto, Adi (2007). Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: Penerbit Andi.

http://zacjohnson.com

http://www.hubspot.com

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, juga sebagai konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan

45 Comments

Leave a Reply