Catatan

Kreativitas Bagi Bloggerpreneur

Kreativitas bagi bloggerpreneur adalah kunci penting bagi konten blog dalam memenangkan persaingan di media sosial dan menarik minat pembaca (klien). Mengapa? Karena konten adalah raja alias “content is the king” di media sosial. Blog sebagaimana sifat asalnya adalah tulisan (jurnal) pribadi di internet.

Yang harus ditanyakan kepada diri seorang bloggerpreneur adalah apakah blognya menjadi pilihan utama bagi pembaca (klien) untuk dikunjungi?

Tentu tidaklah mudah untuk memberikan jawaban ini. Sebuah data yang dirilis oleh go-globe.com menyebutkan bahwa dallam satu menit atau 60 detik ada sekitar 1500 konten baru yang di pos di blog dan belum lagi ada sekitar 60 blog yang baru muncul. Jika kita mengambil satu persen saja, misalnya ada 15 konten baru per menit untuk Indonesia, maka berapa jumlah konten dalam satu jam? 90 konten baru. Berap dalam satu hari? 216 konten.

60seconds-640x452
Itu baru satu persennya dari konten di blog. Bagaimana kalau ditambah dengan persaingan di status Facebook, kicauan di Twitter, lalu Instagram dan Path? Tentu konten blog yang telah kita publikasikan akan memenuhi kerumunan sesak dari jalan raya media sosial.

Kata kunci untuk mendapatkan perhatian itu adalah konten yang kreatif. Konten yang tidak apa adanya atau ala kadarnya. Konten yang sama saja dengan blog lain dan secara visual tidak sama dengan blog lainnya juga. Oleh karena itu, kreativitas yang dimiliki oleh bloggerpreneur tidak hanya sebatas mampu menghasilkan tulisan yang bagus dan pengelolaan tema yang unik semata, melainkan juga kreativitas untuk menciptakan jaringan ke di antara sesama blogger dan juga aktivis media sosial, melakukan promosi, menerapkan integrated marketing-communication, hingga melirik celah tema apa yang jarang ditulis oleh blogger lain.

Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan kata “kreatif”  yang berarti  (1) memiliki daya cipta; hasil daya khayal (penyair, komponis, pelukis, dsb) dan (2) ciptaan buah pikiran atau kecerdasan akal manusia. Kata “kreativitas” itu sendiri merujuk pada makna kemampuan untuk mencipta atau daya cipta.

Pengertian di atas merujuk pada sifat dari seorang bloggerpreneur yang dituntut memiliki daya cipta bahkan daya khayal yang diterjemahkan secara nyata. Konten blog tidak melulu harus menunggu adanya undangan atau lomba yang diadakan oleh klien, melainkan bisa dimunculkan untuk membentuk kekhusuhan (niche) sang bloggerpreneur.

“The good writer, the great writer, has what I have called the three S’s: the power to see, to sense, and to say. That is, he is perceptive, he is feeling, and he has the power to express in language what he observes and reacts to.”

Lawrence Clark Powell quotes (American Librarian, Writer and Critic, 1906-2001)

Daya cipta itu tidak bisa serta-merta muncul begitu saja. Ada upaya dan usaha yang secara berkelanjutan dilakukan oleh bloggerpreneur dalam meningkatkan kemampuan dirinya. Perjuangan untuk terus belajar sebagai seorang blogger; ketekunan membaca buku, mendengar radio, menonton televisi secara cerdas, dan bahan pustaka lainnya; kepekaan untuk menerima masukan-masukan terbaru sesuai perkembangan ilmu pengetahuan , teknologi, budaya, sosial, ekonomi hingga politik; dan semangat untuk selalu memberikan yang terbaik.

Sebagaimana ungkapan Lawrence Clark Powell di dunia kepenulisan yang menyimpulkan bahwa seorang penulis adalah mereka yang memilliki kreativitas yang bersumber dari kemampuan 3M, yaitu melihat, merasakan, dan menyatakan. Begitu juga dengan seorang bloggerpreneur, ia harus kemampuannya dan mempergunakan dalam menghasilkan konten blog yang terbaik.

Untuk mengasah kreativitas seorang bloggerpreneur, berikut ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. Membaca, membaca, dan membaca. Penulis konten yang unik dan menarik hanya akan bisa didapat dari seringnya kita membaca.
  2. Berlatihlah menulis sebuah topik melalui sudut pandang yang berbeda dari blog lainnya. Jika diperlukan, cobalah untuk berlatih membuat tiga jenis tulisan yang berbeda dalam satu topik.
  3. Rutin melakukan blog-walking atau mengunjungi blog-blog lain untuk melihat kekuatan blogger itu dalam menulis. Jika diperlukan, bertanyalah kepada blogger lain untuk melihat kebiasaan mereka dalam menulis dan mengelola blog.
  4. Aktif di komunitas blogger. Mengikuti komunitas blogger tidak sekadar mendapatkan rekan baru, informasi liputan baru, atau sebagai pengisi waktu luang semata. Ikut komunitas blogger akan mengasah kepekaan (terutama emosi) dan sekaligus membuka mata kita bahwa ada blogger lain yang jauh lebih hebat di atas kita.

Bloggerpreneur-2

Praktiknya, bloggerpreneur akan terlihat dari bagaimana ia menulis sebuah konten. Jika yang lain menulis dengan topik sebuah produk seperti smartphone, sebagai misal, maka yang disajikan oleh bloggerpreneur adalah ulasan yang dilengkapi dengan konten video dan infografis. Tidak hanya konten teks semata dan ditambah satu dua foto ketika acara launching produk itu semata.

Menjadi bloggerpreneur yang kreatif memang tidak mudah dan memerlukan latihan.Tetapi, jika kita sudah menemukan kata kunci untuk menjadi (becoming) bloggerpreneur, maka jangan heran jika dari bloglah kita akan mendapatkan penghasilan tambahan. Bisa jadi blog adalah sumur penghasilan yang sumber airnya tidak akan habis.

tanda-tangan

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

13 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!