Ini qunut terpanjang kami di bawah hujan….

By -

Saya masih ingat.. bagaimana berdiri di antara jutaan muslim saat iqamat dikumandangkan. Hujan yang sejak tadi turun seperti bukan penghalang untuk menunaikan panggilan-Nya di siang itu.

Dari pelantang yang terdengar agak sayup-sayup, saya dan juga jamaah lain masih mendengar bagaimana takbir dari imam salat itu dikumandangkan dan bagaimana makmum meneruskannya yang membuat getaran luar biasa seperti ingin mengirim pesan pada langit

Rakaat pertama dilalui dengan teramat khusyu. Hujan yang semakin deras tidak membuat tubuh ini menggigil kedinginan. Air hujan seperti selimut hangat keimanan.

Rakaat kedua air hujan sudah bercampur dengan air mata kami… dan saat qunut dengan doa-doa dilaksanakan derasnya airmata seperti lebih dahsyat dari rintik hujan saat itu.

Saya mendengar dengan teramat jelas bagaimana semua orang di sekeliling terisak kala memgaminkan doa.

Saya menyaksikan dengan keyakinan bagaimana jamaah di depan, di belakang bahkan di samping yang terisak saat permohonan ampun kepada-Nya di panjatkan.

Saya… saya pun larut dalam tangis itu.

saksikanlah nak… #aksidamai212 #umatbergerak212

A photo posted by Kang Arul (@kangarul) on

Mata saya terasa menghangat seperti rasa ketika air mata berlinang lewati pipi dan jatuh menyatu bersama genangan air di sudut sajadah.

Siang itu saya betul-betul menangis dalam kelemahan seorang hamba. Beberapa kali rongga dada terasa sesak dan kaki-kaki yang menopang i’tidal seperti bergetar. Tapi, siang itu saya harus berdiri kokoh karena doa-doa ini tengah dilantunkan agar menggema di arsy-Nysa.

Ya, Rabbi…
Dua tangan kami menengadah seakan menyambut hujan yang sejak tadi luruh basahi pakaian keimanan dan menggenang di setiap sudut sajadah yang terhampar…

Saya tak kuasa menahan sedih karena ketidakmampuan untuk menjadi muslim yang lebih baik.

Ya, Rabbi ampunkanlah kami…
Semua kepala tertunduk, semua mulut berkata amin dengan lirih, dan semua mata seperti tergenang dengan air mata pengharapan

Saya sungguh menangis karena-Mu ya Tuhanku dengan segala bentuk penyesalan dan dosa yang sepetinya telah menghitam dan menutupi kalbu.
Ya, Rabbi ampunkanlah kami yang selama ini zalim pada diri kami…

Lirih kami iringi doa-doa agar melesat ke atas arsy-Mu sebagai penanda bahwa kami adalah lemah tanpa pertolongan-Mu, Tuhanku

Qunut di salat Jumat siang itu memang lebih lama dari biasanya. Lama karena banyak doa yang disampaikan dan jutaan pengharapan dari orang-orang yang kokoh di atas sajadah basah mereka.

Saya menangis… kami menangis… dan jamaah ini menangis. Tapi saksikanlah bahwa kami kuat dan bukan sekadar buih di lautan

Ya, Rabbi… inilah qunut terpanjang kami di bawah hujan

Kang Arul, 2 12 2016
#aksidamai212 #umatbergerak212

(54)

Jurnalis-Penulis-Traveler merupakan tiga rangkaian kata yang bisa menjelaskan siapa saya, selain sesekali menjadi dosen tentunya. Telah menulis 100-an judul buku. Sering memberikan pelatihan terkait PR 3.0, digital media, dan komunikasi di berbagai institusi. Selain di blog ini, ia juga memiliki weblog di www.kangarul.com dan www.dosenkomunikasi.com

3 Comments to Ini qunut terpanjang kami di bawah hujan….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *