Tips

Hari ke-25 Menjadi Penulis Novel dalam 60 Hari

m-jadi_penulis_top_bgtKamu sudah belajar bagaimana mengembangkan bagian cerita yang telah kamu tulis kan? Sekarang ada satu hal yang mesti kamu perhatikan dalam melakukan proses ‘pengembangan’ itu, yaitu setiap kata, setiap kalimat, paragraf, bab, hingga keseluruhan bab dalam novel kamu itu merupakan bagian yang utuh dari inti novel yang kamu tulis. Maksudnya adalah walaupun dalam menulis novel kemungkinan untuk mengembangkan cerita itu lebih mungkin dilakukan dibandingkan dengan menulis cerpen, tetapi tetap ada rambu-rambu yang mesti kamu ingat.

Biasanya kelemahan seorang penulis novel pemula adalah terlalu banyak menceritakan hal-hal yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan tema cerita. Bahkan sampai menghabiskan dua pertiga bagian novelnya hanya untuk menceritakan kehidupan sehari-hari sang tokoh, sementara konfliknya itu sendiri hanya sepertiganya atau kurang sama sekali.

Hal ini disebabkan -salah satunya, lho!- dari target halaman yang dibuat penulis novel pemula itu sendiri. Bahwa untuk mendapatkan hasil tulisan dengan jumlah halaman yang banyak seorang penulis novel berhak mengembangkan cerita sepanjangnya, bisa memasukkan informasi dari mana pun, bahkan boleh menceritakan tentang apa saja. Padahal tanpa sadar ia telah mengorbankan cerita dan pada akhirnya menyebabkan pembaca bosan membaca novel tersebut. Bahkan kalau seandainya beberapa halaman yang ditulis itu dihilangkan, maka tidak akan mengurangi cerita novel tersebut. Nah, kalau sudah begini pembaca akan males melanjutkan membaca novel kamu. Bete kan?!

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

Leave a Reply

error: Content is protected !!