Catatan

Dosen yang disukai mahasiswa

Mungkin terdengar cukup romantis, namun saat menulis dosen yang disukai mahasiswa ini hanya sekadar menangkap realitas yang terjadi di perguruan tinggi. Tidak perlu kajian teori atau riset ilmiah untuk menguraikan beragam tipe dosen yang disukai mahasiswa. Sebab, hal tersebut sudah menjadi rahasia umum.

Dosen, Where Are You, Sir?

N ah, tipe dosen yang disukai mahasiswa satu ini adalah tipe yang paling sering dijumpai. Meski jadwal sudah tersusun oleh bagian akademik, tapi tetap saja sang dosen bolos-bolos masuk. Banyak alasan yang dijadikan tameng sang dosen, mulai dari sibuk penelitian lah, sibuk jadi pembicara di luar lah, sibuk proyek lah, atau sampai yang memang males masuk.

Mengapa mahasiswa suka? Karena pertemuan kuliah yang rata-rata 14 kali ini tidak harus dijalani semuanya. Apalagi buat yang jadwalnya pagi sekali, siang tengah hari, dan malam setelah magrib. Tiga waktu itu kadang menjadi waktu tidak tepat untuk kuliah.

Dosen “A”

S angat mudah menjadi dan menunjuk dosen yang disukai oleh mahasiswa. Apalagi kalau bukan dosen yang murah bin mudah memberikan nilai “A” kepada rata-rata mahasiswa di kelas. Apalagi kalau tugasnya gak susah-susah, UTS dan UAS boleh dibawa pulang, deuh,… dijamin sang dosen jadi idola.

Mengapa mahasiswa suka? Karena semakin banyak nilai A, maka IPK-nya akan semakin bagus.

Dosen Proyek

A da dosen yang secara kemampuan ia mudah mendapatkan proyek. Misalnya nih ya, di musim pilkada sang dosen jadi konsultan politik yang kerjanya melakukan riset kepada sang calon. Nah, karena banyaknya proyek dan banyaknya orang yang dilibatkan, maka sang dosen tentu mengajak mahasiswanya. Terkadang ajakan itu dianggap sebagai bagian dari proses perkuliahan.

Namun terkadang, entah karena alasan apa,misalnya, ada penelitian yang semestinya dilakukan oleh dosen secara mandiri malah diberikan ke mahasiswa. Si mahasiswa itu yang terjun melakukan penelitian dan sang dosen hanya nambal sana-sini laporannya.

Mahasiswa tentu akan senang karena selain ia bisa praktik di lapangan juga akan mendapatkan honor yang lumayan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

Dosen Gampang Digoda

B ahasanya memang provokatif. Tapi sungguh yang gampang digoda ini adalah tipe yang banyak disenangi oleh mahasiswa. Dosen tipe seperti ini bawaannya selalu perasaan dan perasaan… “gak tegaan” begitu istilahnya.

Mengapa? Bukan menuduh atau menjelekkan, bagi mahasiswa yang memiliki paras lumayan cantik dan mengetahui tipe dosen seperti itu, maka dengan sedikit godaan nakal sang dosen langsung luluh hatinya dan mudah memberikan nilai.

Dengan drama sedikit saja, misalnya dengan air mata dan dibumbui cerita sedikit tragis, sang dosen langsung klepek-klepek. Makalah yang seharusnya direvisi jadi apa adanya. Jumlah kehadiran yang kurang untuk ikutan ujian jadi dimaklumi.

Dosen, My Bro!

N ah, tidak selamanya  dosen yang disukai mahasiswa itu berkonotasi atau karena alasan negatif. Ada juga dosen yang memposisikan dirinya menjadi sahabat dan teman terdekat sang mahasiswa. Tidak peduli apakah sang mahasiswa itu bukan bimbingan skripsi atau bukan penasihat akademiknya, tetapi sang dosen selalu ada. Selalu menjadi pendengar yang baik, bisa berdiskusi, dan akrab.

Mahasiswa tentu suka tipe seperti ini karena kuluah tidak harus ketemu dosen galak dan killer saja. Ada dosen yang memang asyik diajak ngobrol dan punya kemampuan juga mencari solusi proposal skripsi atau skripsinya yang mentok. Bahkan dalam beberapa kasus, sang dosen juga bisa jadi teman curhat.

Dosen Masa Depan

S udah dosen yang pasti lulusan S2 atau S3, penampilan oke di kelas, cara ngajarnya asyik, dan wajahnya lumayan pula, wah, tentu ini adalah dosen yang disukai mahasiswa banget. Jangan ditanya deh berapa banyak mahasiswa yang jatuh cinta sama dosennya dan akhirnya mau dinikahi oleh sang dosen.

Tentu saja mahasiswa akan suka karena hidup yang simpel ini adalah jika jodoh sudah di depan buat apa nyari yang lain. Apalagi ada semacam pengakuan bahwa profesi dosen itu lumayan terhormati di tengah masyarakat. Tentu dosen-dosen yang single menjadi incaran mahasiswa.

Toh, kenapa tidak, kalau bisa sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Maksudnya, sekalian kuliah si mahasiswa sekalian mencoba pe-de-ka-te dengan calon pasangannya di masa datang.

T api, patut dicatat, apa yang saya tulis di atas hanya sebagian alasan mengapa mahasiswa menyukai dosen. Masih ada beragam alasan-alasan lainnya.

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, juga sebagai konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan

20 Comments

Leave a Reply