Minat & HobiTeknologi

Dibalik Berdirinya KUDO

Dalam kesempatan ini, saya mau sharing tentang start-up baru. Star-up ini sebenarnya menambah pilihan bagi marketing di dunia online dimana hal ini telah menjadi semacam gaya hidup bagi sebagian besar orang yang telah terkoneksi dengan internet.

Awalnya saya memang tidak tahu alias buta soal start-up ini. Apalagi sebagai penggiat di media sosial (social media activist) saya terlalu banyak melihat star-up baru namun dengan karakteristik yang tidak jauh berbeda, yakni memudahkan pengguna internet di dunia virtual.

Misalnya, marketing online untuk situs-situs jualan. Rata-rata situs tersebut tidak menyediakan barang di gudang mereka, bukan berarti tidak ada, melainkan melibatkan user (pengguna internet) sebagai penyedia barang (seller).  Pembeli (buyer) yang membutuhkan barang akan melakukan penelusuran melalui jaringan internet ke web toko online tersebut dan setelah melakukan transaksi yang juga secara online barang baru dikirim.

Ada beberapa ketakutan yang muncul bagi pembeli di toko online, salah satunya adalah barang dan kepercayaan (serta uang). Pertama, tidak semua toko online menyediakan kebutuhan pokok dari konsumen. Beli pulsa, bayar tagihan, beli tiket atau bayar listrik rasanya sulit dijumpai dalam satu laman toko online.

Kedua, kredibilitas dan kepercayaan dalam transaksi. Misalnya, pembayaran yang harus melalu rekening atau transfer ke akun tertentu. Ketakutan dalam kondisi ini adalah apakah uang yang dikirim akan sampai dan berapa lama kita akan menerima barangnya.

Ketakutan ini sepertinya menjadi alasan munculnya start-up baru ini. Namanya? KUDO.

Tablet KudoKUDO mulai beroperasi pada Juli 2014. start-up yang berbasis di Indonesia ini  mengembangkan solusi praktis bagi marketplace dan ekosistem pembayaran di Indonesia. Kudo bekerja sama dengan perusahaan e-commerce yang memungkinkan perbelanjaan e-commerce kepada mereka yang tidak memiliki akses atau terkendala dalam bertransaksi online.

Saya penasaran siapa yang ada dibalik star-up baru ini? Ada dua orang yang menggagas star-up baru ini, yakni Albert Lucius dan Agung Nugroho.

Albert Lucius adalah CEO Kudo meraih gelar sarjana dan master dalam ilmu komputer Universitas Illinois Urbana-Champaign. Ia mendalami proses interakasi pengguna dan pencarian data. Selain itu, ia meraih gelar MBA dari Haas School of Business di Barkeley.

Albert juga pernah memiliki pengalaman bekerja secara global di perusahaan yang masuk dalam publikasi 100 Global Fortune. Goldman Sachs, BCG, dan Apple merupakan perusahaan yang pernah dilakoni oleh Albert dan  memberikan beragam pengalamanbidang keuangan, produk konsumen dan teknologi kepadanya.

Kudo-Albert

Sementara  Agung Nugroho sarjana di Teknik Kimia Institut Teknologi bandung dengan predikat cum laude dan juga  gelar MBA dari Haas Barkeley School of Business. Agung telah pengalaman bekerja selama 5 tahun di Boston Consulting Group di Asia Tenggara.  Ia juga bekerja di pemerintah Indonesia dalam mengembangkan dan memimpin implementasi perencanaan master pembangunan 15 tahun. Agung memiliki jaringan yang kuat di mayarakat wirausaha Indonesia melalui perannya dalam membangun dana investasi.

Kudo-Agung

 

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, ia juga merupakan konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan. Profil lengkapnya sila klik http://www.kangarul.id

10 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!