Blogger Remahan Rengginang

By -

Blogger remahan rengginang? Apa itu…..

“Alhamdulillah, dapat HP.”

“Wow… anugerah, nih, nyabet doorprize iPhone 6 S.”

“Berkah ngeblog, dapat tablet.”

“Yey, menang lomba blog. Laptop… laptop…”

“Target scoopy…”

Mungkin sebagian dari blogger pernah melihat di beranda Facebook atau di Twitter, ungkapan dari blogger lain di atas. Meski tidak harus persis, setidaknya buat blogger yang aktif mereka pernah sekilas melihat atau mendengar ini.  Atau… setidaknya jika bukan status atau twit, minimal foto blogger yang mejeng dengan ‘hadiahnya’.

Namun, tahukah bahwa di tepian sana ada blogger, beberapa atau banyak tidak tahu jumlah persisnya, yang merasa dirinya hanyalah blogger remahan rengginang. Kalimat itu menunjukkan bahwa si blogger belumlah apa-apa dibandingkan blogger ‘langitan’ yang selalu menang ini itu.

Tapi, haruskah kita merasa iri? Atau ini menjadi api pemicu semangat agar ngeblog lebih serius lagi?

Saya sependapat dengan si blogger remahan rengginang Lita Chan Lai. Blogger tangguh yang punya hobi travelling ini mengatakan bahwa menjadi blogger itu adalah profesi seumur hidup.

Bahkan blogger remahan rengginang pun memiliki nilai dan manfaat

Namun, saya ingin menjelaskan di sini bahwa yang namanya blogger remahan rengginang itu tetap ada jenisnya. Juga,  pilihan menjadi blogger remahan rengginang tidak bisa disalahkan.Termasuk juga mereka yang ngeblog hanya untuk mendapatkan sesuatu mulai dari goodiebag, voucher, hadiah, doorprize, buzzer, dan sebagainya.

Selagi dilakukan dengan batas-batas etika blogger dan juga produk/brand yang didukung adalah brand (menurut agama saya) tidak melanggar aturan, seperti judi atau kuliner haram, bagi saya masih sah-sah saja. Toh, memang blogger saat ini posisinya bisa dikatakan sebagai profesional yang menjanjikan dari sisi pemasukan.

Yang membedakan hanyalah 1) setiap blogger memiliki kemampuan berbeda dalam hal menulis konten, 2) setiap blogger memiliki kemampuan berbeda membangun jaringan, 3) setiap blogger memiliki tujuan berbeda dari aktivitas ngeblog mereka.

Nah, berkaitan dengan itu, setidaknya ada lima tipe blogger yang bisa dicirikan.

  1. Blogger yang profesional part-time. Tipe blogger ini mengunakan blog sebagai sarana untuk pemasukan sampingan. Blogger sendiri di kehidupan nyata memiliki profesi atau pekerjaan lain.
  2. Blogger yang profesional penuh. Tipe blogge ini adalah blogger yang berdedikasi dengan blognya. Blog tidak sekadar sarana menulis jurnal online, melainkan menjadi sarana untuk mendapatkan penghasilan dan bahkan sebagai sumber utama.
  3. Blogger hobi, yakni blogger yang bebas dari nilai dan keinginan mendapatkan materi. Blog sekadar sarana atau medium untuk berbagi keresahan, opini, pendapat, atau pengalaman si blogger.
  4. Blogger korporat. Jenis ini adalah profesi yang ada di perusahaan/brand dimana seorang blogger bekerja (mengelola) untuk sebuah brand atau menjadi pegawai yang mengelola media sosial brand tersebut.
  5. Blogger entrepreneur. Blogger ini menjadikan blog sebagai saluran jiwa entrepreneur, misalnya blog sebagai kios belanja milik si blogger bersangkutan.

Tipe-tipe Blogger

Blogger Remahan Rengginang

Pilihan apapun menjadi blogger sesuai dengan kategori di atas adalah pilihan sadar dari masing-masing blogger. Tidak ada yang salah dalam memilih, tetapi selalu ada usaha dan yang dikorbankan ketika memilih menjadi blogger apapun.

Tidak mungkin seorang blogger profesional muncul mendadak dan tiba-tiba. Saya yakin, sebagai sesama blogger, blogger profesional itu muncul dari kerja keras, pengorbanan waktu dan uang, juga keinginan kuat menjalani profesi ini. Barang, duit, atau penghargaan yang didapat bukan dari usapan teko berisi jin yang bisa mengabulkan tiga permintaan sesaat.

Juga, menjadi blogger remahan rengginang jangan sampai rendah diri atau tidak pede. Jangan iri dengan blogger yang selalu diundang brand besar, mendapatkan hadiah ini-itu, atau foto di media sosial blogger lain selalu narsis dengan pencapaiannya. Jadilah blogger yang menikmati hobinya ngeblog, menulis jurnal keseharian.

Coba yuk, baca sebentar renungan teman blogger saya ini:

Hazmi Fitriyasa 2015-12-08 09-33-13

Jadi, kembali ke diri blogger masing-masing.

Toh, sebagai blogger remahan rengginang,  jika kita tidak mendapatkan sesuatu dari blog, percayalah di luar sana ada seseorang atau ratusan-ribuan orang yang terinspirasi dari konten yang kita tulis. Dan itu adalah pahala yang tidak bisa ditukar dengan smartphone atau jalan-jalan ke luar negeri.

Bahkan remahan rengginang pun ada yang mencarinya dan selalu  enak jadi cemilan.

Percayalah…!

tanda-tangan

 

 

 

 

Sumber Gambar: zacjohnson.moneyreigninc.netdna-cdn.com/

(534)

Jurnalis-Penulis-Traveler merupakan tiga rangkaian kata yang bisa menjelaskan siapa saya, selain sesekali menjadi dosen tentunya. Telah menulis 100-an judul buku. Sering memberikan pelatihan terkait PR 3.0, digital media, dan komunikasi di berbagai institusi. Selain di blog ini, ia juga memiliki weblog di www.kangarul.com dan www.dosenkomunikasi.com

117 Comments to Blogger Remahan Rengginang

  1. Bagi saya, kegiatan ngeblog itu ga ada 1% dari aktivitas saya sehari-hari menggunakan internet 🙂

    Tapi, saya berusaha meluangkan waktu untuk ngeblog dan bukan sekadar ngeblog untuk mengisi waktu luang…

    *btw, kang soal rengginang jadi ingat lebaran 2013 beli biskuit khong*uan tapi isinya remahan begitu. wkwkwkkwkw

    • 1 persen tapi hasilnya 1001 persen beroh….
      Nah, itu masih menjadi misteri bagaimana rengginang bisa masuk ke kaleng biskuit…

  2. blogger bubuk ranginang itu saya banget… pernah sih merasa iri sama blogger yang sering dapet undangan dari brand besar, tapi akhirnya memilih berdamai dan konsisten dengan pilihan saya sebagai bloggergoler hihi…

  3. Tulisan ini (terutama kalimat pamungkas) melecutkan semangat saya untuk konsisten ngeblog. Apalagi, skrg saya lagi ikutan #LigaBloggerIndonesia
    Semangaaattt!

  4. aku mah apa atuh, cuma blogger galau….
    Dateng ke acara ini itu, akhirnya PR numpuk….
    Tp gak apa2 laah, kan lagi nyari jati diri sebagai seorang blogger.
    BTW saya tau tuh yang bilang “target scoopy ” hahahahah
    salam blogger galau

  5. Enggak ada masalah dengan menjadi blogger remahan rangginang. Karena biar namanya remah, kalau sedep dan gurih, pasti remahannyapun banyak yg mau. Ha..ha..
    Saya sendiri termasuk perpaduan jenis blogger no 1 dan yg terakhir.
    TFS
    Salam hangat dari kota tape 🙂

  6. sebenarnya aku masuk dlm kategori blogger rengginang ini.
    tapi terus terang jadi makin malu sama blogger yang suka pamer ini itu di sosmed sampe gudibeg juga dipamerin
    pernahkah blogger2 yg pamerin gudibeg itu tau bahwa banyak orang2 di luar sana yang akan komen
    “yaelaaah dapet gituan aja dipamerin”
    atau
    “jalan2 gratisan koq bangga, yg bangga itu jalan2 pake duit sendiri”

    Gitu
    salam ^^

  7. mmm….saya blogger apa yah? yang pasti saya suka nulis, suka kalo diundang kemana-mana trus dapat goodiebag, suka kalo dapat hadiah, suka kalo dapat job dari ngeblog, suka kalo dapat transferan, suka kalo dapat endorse…
    mungkin tepatnya blogger matre…haha

  8. Dulu saya pernah mengalaminya, kadang berpikir kenapa yang menang itu terus yah, tapi ternyata emang bener ada proses,

    tipe tipe blogger yang disajikan sudah cukup mewakili nih

  9. ngeblog itu berprosesss banget, ga bisa instan, harus ngebangun bgt dari nol. Kalo sy bikin pondasinya dulu aja deh biar bener..biar nanti ngeblognya berkah, ga ada orientasi “kemana-mana”

    Salam kenal

  10. Saya pernah tuh nunjukin goodie bag di IG waktu ikut workshop membuat aplikasi windows. Yaaa, rasanya seneng aja gitu, bisa hadir di acara yang keren. Tapi pas baca ini, jadi merasa : dih saya norak banget ya waktu itu. hahaha

    Dan iya,bener kalau kata mas Hasmi itu. Hendaknya bersikap biasa-biasa ajalaaaah.
    Oke fix.
    TFS ya, dan salam kenal ya Kang.

  11. hahahaaa…berasa kena tampol! soalnya abis pasang status dpt hadiah dari lomba foto yg kebetulan pesertanya sedikit. Bukan pamer, tapi karena aku tau aku gak bisa moto. senang aja dapat apresiasi. Meskipun hadiahnya udah punya dgn merk yang sama di rumah.. 🙂
    Soal remah-remahan itu.. nggak papa kalau remahannya berupa butiran berlian.. tetap mahal harganya 🙂

  12. saya kayanya masuk blogger no 1 & 3, hobi tapi juga alhamdulillah dapat penghasilan sampingan, lumayan buat saat darurat akhir bulan :p

  13. kok merinding abis baca… *melihat ke dalam diri ;)))
    btw aku favorit rengginang khususnya yg warna putih rasa natural :))

    #HappyMadyaaaaaaaangg 😀

  14. So inspiring kang.. Aku no 2 dan 5, blogger full time yang nyambi ngelapak buku hehe doakan akuh bisa berprestasi kayak dirimu..

  15. Haseeeeeekkkk…

    Ogut blogger apa ya?!? sebut saja part time karena punya kerjaan utama. Ngeblog karena hobi baca dan pingin menuangkan ide. Sekarang, lama kelamaan malah sering nulis yang POP.

  16. Sayang yaa blogger jd terkotak kotak gitu kesannya. Ada remahan langitan, trus apa lagi? Kalo ada blogger kece dan sexy, aku mau masuk ke kelompok itu. *halagh

  17. Wah. Mewakili isi hatiku. Salam kenal Kang Arul. Saya blogger yg bercita2 jadi dosen loh *gak ada yang nanya.

  18. Dulu saya blogger nomer 3, sekarang Alhamdulillah jadi blogger nomer 1. Berkah banget ngeblog karena membuka pintu-pintu rezeki yang selama ini hanya menjadi angan-angan saya. Salam kenal Pak Dosen, baru kali ini saya nemu tulisan Pak Dosen yang nyantai dan gokil.

  19. Jadi inget dengan pesan seorang teman yg bekerja utk sebuah vendor ponsel cukup ternama, doi bilang, “seneng banget dengan bloggeryg datang hari ini yang datang BUKAN “ada apanya?” dari sebuah event tp “apa adanya” meliput sebuah event…

    Jujur, di hati ini masih suka terselip, pertanyaan, “Ada apanya?” *sedang berlatih lebih keras lagi*

  20. Dari 2007 smpai skrg tujuan saya bloging berubah2 terus, jadinya ya biasa2 aja. Tapi dr perjalanan itu dan belajar dr blogger2 lainnya saya menemukan ide bisnis yg skrg saya tekuni.

    Jadi blogger type manapun monggo2 aja. Yang penting konsisten aja kyk pak dosen galau ini.

    Salim sungkem

  21. Salam kenal Kang Arul, aq blogger opo yoooo hihiiii… blogger ndeso yg habis bakiak 13 bijik utk nyampe ke kota heheheee…. Semangat nulis ah biar tetep hepi….

  22. Wah, bagus sekali ulasannya. Kalau aku sih menjadi blogger karena hobi. Yang penting have fun. Gak ada yang baca gak apa-apa, kalau ada yang baca ya syukur ;D

  23. terimakasih pencerahannya bang Arul, pas banget nih di saat lagi galau antara ngurusin blog dan bayi *hubungannya apa? hihi, semakin merasa remahan rengginang ^_^

  24. Bagi saya hanya ada 2 tipe blogger : 1. Blogger kondang yang masih tetap suka BW dan komen balik 2. Blogger Kondang yang GAK BW dan GAK komen balik.

    Itu aja sih..
    sama2 kondang kan? 😀

  25. Pengen nih jadi blogger yang profesional penuh … 🙂

    Tp emang sih, kl misal ada yg nge post dapat ini dapat itu, jadi semacam motivasi utk diri sendiri 😀

  26. yanti mariyana

    love you full kang DOSEN….aku memasukkan diri jadi blogger hobi,…hobi crewet yang tak terbendung jd dicurahkan dalam tulisan,…..renyah banget remehan ranginangnya ada tulisan “percayalah….ada yang terinspirasi diluar sana yg membaca” mudahmudahan banyak yang baca curahanqu pada blog ecek ecekqu….boleh jadi mereka makin sayang keluarga apapun post nya,…yang sayang keluarga boleh dunk…mampir,….xixixixi…..(ada udang di balik bakwan)jangan bosen untuk terus bagi bagi ilmu ya…pak DOSEN…

  27. Kalo aku masuk mana ni? Nge-blog kalo sempet, niat nge-blog cuma buat contoh tulisan biar bisa masuk agensi konten, selain itu ya berbagi aja …. Tapi sepertinya jadi blogger rengginang enak juga ha ha ha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *