Lokasi

Berkunjung ke Masjid Putra Malaysia

Berkunjung ke Masjid Putra Malaysia sebagai ikon untuk selfi blogger di Malaysia.

Hari pertama di Malaysia, saya berkunjung ke Masjid Putra Malaysia. Masjid yang menjadi salah satu ikon negara jiran ini terletak di Putrajaya dan sebagai salah satu spot untuk selfie paling diminati. Tidak hanya para wisatawan, termasuk juga blogger traveller, melainkan juga oleh penduduk lokal.

Jam menunjukkan sekitar pukul dua siang. Rintik hujan mulai terasa, meski tidak banyak, ketika saya dan beberapa rekan media menginjakkan kakinya di kawasan Putrajaya.

“Nah, ini ikon Malaysia ada masjid dan ada gedung pemerintahan,” kata Nur sang tour guide, “di seberang sungai dari masjid ini, ada bangunan berwarna abu-abu, itu adalah kediaman sultan Putrajaya yang dibangun oleh raja sebagai rasa terima kasih karena telah menyediakan lahan untuk gedung pemerintahan.”

Putrajaya 1

Tak menyiakan waktu, saya berlari kecil menuju ke lapangan. Lapangan yang lumayan luas di antara kedua bangunan  yang sama-sama memiliki kubah, masjid berwarna cokelat sementara gedung pemerintahan berwarna hijau. Kontras, tapi ada makna yang bisa direnungkan. Tsaaah… 🙂

“Kang Arul, foto.” empat atau lima orang, saya agak lupa karena saking senangnya, mengajak ber-selfie ria.

Yup, sepertinya selfie merupakan salah satu acara wajib ketika berkunjung ke suatu daerah. Apalagi yang dikunjungi adalah Kuala Lumpur, negeri seberang yang belum tentu setiap bulan atau bahkan tahu bisa ke sini. Saya kebetulan hanya satu-satunya Blogger yang diundang oleh provider XL dalam Media Gathering XL Jabodetabek ke Kuala Lumpur ini. Berkah ngeblog.

Kembali ke masjid. Lokasi masjid yang dibangun pada Juni 1999 ini berada di lokasi Putrajaya dengan luas sekitar 1,37 hektar. Nama masjid ini sebenarnya mengambil nama dari  Perdana Menteri Malaysia yang pertama, Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al Haj.

Ada 12 tiang utama yang menopang bangunan berarsitektur campuran melayu dan gaya eropa ini. Sekitar sepuluh  ribu jamaah yang bisa ditampung di masjid ini. Terbagi atas delapan ribu untuk jamaah pria, dan dua ribu untuk jamaah wanita yang lokasi salatnya berada di lantai satu.

Konon kabarnya pembangunan masjid ini menelan biaya sekitar 250 juta Ringgit Malaysia. Desain tata ruangnya lumayan menarik karena berada di sisi sungai (danau) Putrajaya, jadi pengunjung bisa memakai latar sungai untuk mengambil gambar/foto.

Juga,  fasilitas seperti perpustakaan, ruang kuliah, audutorium yang biasanya disewakan untuk mereka yang ingin mengadakan sebuah acara, misalnya pernikahan. Ada juga di sisi kiri setelah pintu atau gerbang masuk ada lokasi untuk anak-anak bermain.

Untuk pengunjung wanita, baik warga Malaysia maupun turis, yang tidak mengenakan jilbab, dipinjamkan semacam jubah. Jubah ini harus dikenakan selama berada di lingkungan masjid, baik berada di taman maupun di dalam. Sementara tempat peminjaman jubah berada di ruang kecil yang terletak di sebelah kanan setelah memasuki gerbang masjid.

Buat yang ingin membeli oleh-oleh, ada dua pilihan. Pilihan pertama di dalam lingkungan masjid di samping ruang peminjaman jubah yang ke dua berada di lantai bawah. Di sebelah kiri, atau selatan, dari taman ada eskalator yang akan membawa kita menuju lokasi penjualan souvenir dan beberapa kedai makanan.

Saya, sih, melihatnya Masjid Putra di Putrajaya, Malaysia ini terbilang lengkap. Jika blogger ada yang ingin menjadikan lokasi ini sebagai spot pertama untuk mengambil foto, maka datanglah hari Jumat. Suasana religius akan terasa dan kita punya waktu banyak untuk menikmati arsitektur masjid sekaligus menikmati pemandangan.

Ok. Jangan melulu berpikir ikon Malaysia itu adalah menara kembar saja. Masjid Putra di Malaysia merupakan salah satu lokasi yang wajib dijadikan pilihan untuk menangkap momen pribadi atau bersama.

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, juga sebagai konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan

5 Comments

Leave a Reply