Minat & Hobi

Apa Itu Kobel

Komunitas blogger?

Kalimat ini rasanya langsung bisa ditebak jawabannya. Sebab, pertumbuhan blogger di Indonesia yang melesat di awal 2000-an sampai saat ini sudah melahirkan beragam komunitas. Mulai dari komunitas yang berdasarkan platform seperti Kompasiana, Detik, atau Liputan6. Komunitas yang berdasarkan hobi misalnya Kokomo yang hobi ngulik otomotif atau KPK yang kulineran. Komunitas berdasarkan daerah misalnya Blogger Bandung. Komunitas berdasarkan status misalnya Blogger Muslimah dan KEB alias Komunitas Emak-emak Blogger.

Tapi… adakah komunitas khusus blogger lelaki? Komunitas yang mewadahi semua komunitas yang disebutkan di atas–kecuali dua komunitas terakhir, ya–yang tidak diberikan sekat-sekat dan hanya berjenis kelamin lelaki? TIDAK. Ini tegas, bro, belum ada.

“Sejauh ini belum pernah ada komunitas blogger yang member dan admin semuanya adalah laki-laki alias para pejantan. Kalaupun ada komunitas member yang berorientasi pada hobby tertentu dan beranggotakan lelaki tapi mereka tak berani menyebut sebagai komunitas para lelaki. Mungkin mereka (malu) atau mungkin mereka lelah,” demikian pandangan Syaifuddin alias Bang Udin di blognya.

Maka, ketika 20 blogger laki ngumpul di acara #KopdarTemanAyiiik di Kafe Demang pada Sabtu (7/11/2015) lalu bersama dengan beberapa pelaku industri kreatif dan khas Indonesia, muncullah ide membentuk sebuah komunitas yang berisi para laki yang doyan dan hobi ngeblog.

“Bagaimana kita bentuk saja kumpulan blogger laki ini,” kata Karel Anderson si pencetus ide ngumpul-ngumpul itu.

Karena memiliki keresahan yang sama dan jiwa laki-nya sedang disentil, maka semua yang hadir di lokasi acara langsung mengiyakan.

Soal nama, mengapa KOBEL?

Banyak nama yang muncul ketika dibentuk komunitas ini. Para Kobelers (panggilan untuk anggota KOBEL) mengusulkan beberapa nama bahkan sempat ribut di grup WA. Tapi, karena anggotanya adalah lelaki sejati bukan soal kalah-menang soal nama, melainkan bagaimana jiwa satria itu ditunjukkan oleh Kobelers. Terpilihlah KOBEL alias Komunitas Blogger Laki.

KOBEL berkonotasi negatif? O ho… mungkin selama ini kata kobel berkonotasi negatif kali ya. Namun, coba deh buka KBBI di sana tidak ada satupun penjelasan soal lema “KOBEL”.

KOBEL KBBIUniknya setelah dicari-cari kata Kobel sepertinya jarang bahkan misterius dalam khasanah budaya dan perbahasaan tanah air. (Seeet, dah!). Di om Google sendiri ketika dimasukkan lema KOBEL maka akan ditemukan  588.000 hasil yang dicari selama 0,42 detik. Jika dimasukkan “Arti Kobel”  akan ditemukan sekitar 28.700 hasil yang dicari selama 0,36 detik.

arti kobel - Penelusuran Google 2015-11-09 10-51-46

Mungkin kata KOBEL sering didengar sebagai bahasa gaul. Bahkan ada beberapa suku di Indonesia yang juga memakai kata atau lema ini untuk menunjukkan “aktivitas tangan”. Namun, diberbagai kamus dan entry pencarian di internet yang saya lakukan, saya tidak menemukan satupun kamus resmi sebuah bahasa atau dialek yang menjelaskan makna kata ini. Ada sih beberapa lema KOBEL yang dijelaskan apabila ditelusuri diberbagai web. Salah satunya seperti dalam Kitab Gaul ini:

Kitab Gaul- Arti 'kobel' 2015-11-09 10-44-59Tapi percayalah, Kobelers bukan bermaksud sara apalagi saru. Konotasi negatif itu akan diubah menjadi positif. Bahwa KOBEL merupakan upaya para blogger laki yang ingin menggaruk “kenyataan hidup” dan menyebarkannya ke dunia virtual. Melalui blog dan komunitas ini diharapkan ada semacam pola pandang berbeda dari blogger laki.

Bahkan di salah satu FB Kobelers ada perbincangan seru soal nama ini.

http://uc.blogdetik.com/fs/102/1026702/media/2015/11/08/14469820221125800391.jpg

Oke, lupakan perdebatan soal nama dan konotasi itu.

Yang pasti KOBEL mencoba hadir dan menyemarakkan komunitas blogger yang ada di Indonesia dan dunia virtual. Semoga kehadiran KOBEL memberikan arti tersendiri bagi dunia perbloggeran tanah air.

Komen 1 komen 2 komen 3

Anda berminat gabung?

klik aja www.bloggerlaki.com atau follow Twitternya di @bloggerlaki dan IG: bloggerlaki

Foto Kobel

Kang Arul
the authorKang Arul
Dosen, jurnalis, dan penulis. Saat ini selain menjalani profesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, juga sebagai konsultan untuk konten digital di berbagai perusahaan, lembaga/kementerian, maupun perorangan

10 Comments

Leave a Reply